BiRu

Satu Piring Jadi Katering – BIRU Ep.3

Ahad, 21 November 2021 episode ketiga dair segment BIRU kembali tayang secara live di Instagram @ayo.mulaidarinol

Pada episode ketiga kali ini ditemani Mak Widhyanua selaku makmin sekaligus CoFounder @ayo.mulaidarinol, mengundang Mak Dhaniar Mudita sebagai narasumber.

Keduanya memiliki banyak kesamaan. Diantaranya senang ngulik di dapur.  Mak Dhan suka mengolah pangan lokal. Skripsinya melihat kandungan zat gizi dari daun kelor dan melihat pengaruhnya pada kadar zat besi dalam darah secara in vivo. Kelor merupakan sumber protein yang baik, meskipun nabati. Penelitian magisternya, Mak Dhan mengolah kelor menjadi cookies untuk anak-anak gizi buruk yang juga dicobakan secara in vivo. Uji organoleptik dari cookies kelor tersebut dilakukan pada level ibu sebagai tes rasa, tekstur, dan seterusnya.

Bermula dari kesenangan mengolah pangan lokal, Mak Dhan memberanikan diri membuka usaha. Sejak mahasiswa tidak punya rencana membuka katering. Benang merah yang bisa ditarik selain suka ngulik pangan lokal, Mak Dhan mengaku selalu mengarahkan pikirannya ke kompor. Pada 2015 mulai membuka katering, mulai dari mulut ke mulut dan membagikan tester pada teman-teman terdekat dan meminta review untuk terus melakukan perbaikan.

Mak Dhan mengaku katering menjadi tempat bertumbuh dan tempat belajarnya secara pesat. Banyak tantangan yang dirasakan selama menjalankan usaha. Tak pernah menyangka terjun di dunia ini. Bermula dari iseng dan semakin dijalankan semakin merasa mantap serta yakin.

Mak Dhan menyampaikan semua kembali ke niat semula bahwa dengan usaha katering ini berharap ingin memberikan impact, bukan hanya sekedar rupiah. Uang bukan menjadi tujuan utama. Selain itu harapannya dapat memberi jejak warisan yang baik, jika belum dapat menginspirasi orang, setidaknya anak-anak melihat jika ibunya berjuang.

Saat ini Mak Dhan juga mengampu level SMP pada mata pelajaran muatan lokal kewirausahaan. Materi-materi yang diajarkan lebih mencoba mengenalkan anak-anak bagaimana berpikir kreatif, mengolah inovasi, dan diajarkan untuk belajar berkreasi.

Usaha katering @toga.boga bukan couplepreneur. Suami Mak Dhan berperan sebagai angel investor yang menginvestasikan seluruh jiwa raga, fisik, dan mental. Peran pasangan diakusi sangat besar, sebagai motivator pribadi, penyuntik dana, dan semuanya.

Semula menjalankan usaha, cincin pernikahan dijual sebagai modal awal. Misi besarnya ketika menjalankan usaha tanpa berhutang.

Pencapaian terbesar Mak Dhan selama menjalankan usaha katering ini adalah memiliki mental sebagai pengusaha jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Contoh nyata saat menerima complain dari customer, sudah dapat menanggapinya dengan hati dingin dan tenang. Mak Dhan mengaku sebagai orang yang perfeksionis. Dahulu, saat mendapat celaan atau hinaan, bisa dipastikan langsung stress berat, kepikiran berhari-hari, dan sariawan. Saat ini sudah lebih slow, lebih santai, dan memandang complainan dengan senyum.

Dari Bu Septi Mak Dhan belajar untuk mencintai masalah. Biasanya suka menghindari masalah dengan cara prepare sebaik-baiknya supaya tidak bertemu masalah dikemudian hari. Namun ternyata di dunia usaha banyak hal-hal tak terduga sehingga sangat perlu untu mencintai masalah dan merengkuhnya.

Tips dan trik yang Mak Dhan bagikan:

  1. Mulai dulu dan jangan berhenti belajar. Dunia kuliner saat ini pelakunya banyak. Industri makanan dan minuman tidak pernah mati, karena semua orang butuh makan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri.
  2. Tak perlu overthinking atau stress dengan pencapaian orang lain. Terlalu fokus ke lintasan orang lain akhirnya tidak membuat progress pada lintasan sendiri. Cukup fokus untuk mengembangkan kemampuan diri.
  3. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Cukup bandingkan diri kita di masa lalu dan saat ini.
  4. Konsisten juga menjadi kunci penting.

Saat mencapat cacian atau makian, hempaskan saja. Barangkali di sinilah kita diuji. Yakinlah bahwa Allah menguji sesuai kekuatan bahu kita. Pasti ujiannya sudah ditakar, sudah diukur oleh Allah SWT tak mungkin melebihi batas kemampuan bahu kita.

Pesan dari Mak Dhan kepada Maksay yang inign memulai usaha, carilah komunitas yang mendukung atau circle yang sesuai dengan potensi diri. Membangun usaha tidak hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan orang-orang, tapi juga perlu mengembangkan potensi diri. Karena untuk memunculkan potensi diri, mengembangkan kemampuan, serta menumbuhkan mental, perlu berkomunitas.

Sekian rangkuman dari segmen BiRu episode ketiga di podcast Mulai dari Nol. Lebih lengkapnya bisa disimak di igtv maupun spotify.

BiRu

Dapur Ngebul Duit Kumpul – BIRU Ep.2

Bismillahirrohmannirrohim

Alhamdulillah…Segmen BiRu (Bincang Inspirasi Usaha) episode 2 pekan lalu sudah mengudara di Live Instagram @ayo.mulaidarinol .

Episode ke 2 ini dipandu oleh mak Deska, makmin sekaligus Co Founder gerakan @ayo.mulaidarinol mengambil thema “Dapur Ngebul Duit Kumpul”.

Kenapa ?

Karna di episode ini mak Deska kedatangan teman-teman mompreneurs yang sedang memiliki usaha kuliner.

Mereka sharing tentang bagaimana caranya membangun bisnis dari nol hingga bisa berkembang seperti sekarang. Yang mana semua berawal dari dapur rumah hingga bisa berjualan di ruko.

Teman pertama adalah Mba Nay adalah IRT dgn 2orang anak, yang saat ini sedang merintis usaha pempek palembang dari dapur rumah, dengan nama usahanya @pempekdinanti berlokasi di Cipondoh – Tangerang. 

Mak Nay ini juga IPers di Regional Tangerang Kota.

Mba nay memulai usahanya di tahun 2019, karna faktor ketidaksengajaan.

Berawal dari kesukaannya dengan makanan pempek & terbiasa lebaran berkunjung ke rumah mertua selalu membawa pempek buatan mamanya.

Sampai satu waktu saat lebaran ditinggal mamanya pulang kampung.

Akhirnya mba nay yang tidak bisa memasak memberanikan diri tuk belajar membuatnya, dapat testimoni positif, lama2 ketagihan tuk coba lagi dan lagi. 

Strategi penjualan yang digunakan mba Nay, hampir sama seperti mak deska.

Setiap ada acara offline selalu membawa hasil masakannya, akhirnya teman dan kerabat meminta mba Nay tuk open PO.

Pencapaian selama berjualan pernah mencapai hampir 1000pcs porsi pempek dalam bentuk hampers.

Pengalaman yg berkesan selama berjualan.

Orderan yang dikirim melalui ekspedisi dimakan oleh kucing.

Alhamdulillahnya saat itu pihal ekspedisi mau menganti rugi.

Teman kedua yang dikenal dengan nama bunda Zakkiya ini teman mak deska di komunitas kue.

Bunda Zakkiya adalah IRT dgn 1org putri, berdomisili di Cikampek.

Bunda Zakkiya memulai usahanya dari dapur rumah tahun 2017, dengan menjual aneka kue dan kue dekor ulang tahun, 

dengan nama usaha @zakkiyas_id 

Alhamdulillah saat ini sudah bisa buka cabang di ruko, memiliki 7orang karyawan dan dibantu dengan suaminya yang handle khusu cake ulang tahun.

Walau menjual kue dengan harga yang jauh dibandingkan dengan harga pasaran di wilayahnya, tapi tetap laris dagangannya.

Ini pesan bunda zakkiya terkait menentukan harga dan target market.

“Kita berjualan itu kasih yang terbaik bahannya berkwalitas atau premium, harga akan mengikuti dan otomatis akan terbentuk sendiri target marketnya”.

Pengalaman yang berkesan selama berjualan.

Saat bulan puasa menerima orderan cookies ribuan toples, meski begitu bunda zakkiya tidak merasa bangga. 

Karna sebagian waktunya berfokus ke orderan tapi setelah itu harus ditinggal papa tercinta berpulang.

Kalau makmin namanya Maryana Deskawati, biasa dipanggil Deska.

IRT dengan 2orang anak, saat ini sedang merintis kembali usaha bidang kuliner, dengan nama @kue_dadakan.

Kalau ditanya kapan mulai jualan kue sudah sejak SD. Karna hidup dari keluarga yang sederhana bahkan orangtua sampai harus bekerja di luar negeri dan sempet tidak punya kerjaan.

Padahal peran kita sebagai IRT saja sudah MasyaAllah luar biasa, tapi dibalik kerempongannya itu berani menambah peran tuk menjalankan bisnis.

Saat itu faktor / Alasan utamanya berani memulai bisnis karna ingin lepas dari RIBa.

Tahun 2016 itu baru tau namanya RIBA. Karna yang bisa dilakukan membuat kue, jadi menjual kue buatannya ke keluarga & teman terdekat. 

Seiring berjalannya waktu alasan terus menjalankan berbisnis semakin melebar, ingin bisa membantu perekonomian keluarga, berbagi buat sesama dan mandiri financial.

Karna mak Deska percaya dan yakin ketika kita berbagi dengan orang lain, Allah SWT yang akan mencukupi kebutuhan kita (berdasarkan pengalaman pribadi mak Deska).

Alhamdulillah mendaptkan testimoni positif & mereka suka.

Kemudian mulai jual di kantor, bekerjasama dengan sekolahan sampai bekerja sama dengan toko kue dipasar tebet – jakarta.

Pengalaman yang paling berkesan selama menjalani bisnis.

Bisa lepas dari RIBA & pernah mendapatkan pesanan 750pcs martabak manis mini & harus diantarkan jam 2pagi.

Teman ketiga adalah Mba Aulia, mba Aulia ini IPers yang berdomisili di bandang lampung, IRT dengan anak, dan saat ini sedang belajar di kampus ibu pembaharu dengan tim nya seruni.

Mba Aulia baru memulai bisnisnya justru disaat pandemi. Berawal dari keresahannya ingin beli jajanan diluaran agak takut & ragu2.

Belajar baking hanya melihat resep2 dari internet aj. Karna merasa sudah berhasil, anak-anak jadi suka, jadi senang & merasa ada motivasi.

Yang awalnya berfikir baking itu ribet banget, akhirnya mba aulia minta diajarkan oleh sepupu dan tantenya yg emang sudah memiliki usaha baking.

Strategi penjualannya mba Aulia itu dengan memberikan tester produknya ke teman & kerabatnya. Dari situlah mulai pesanan berdatangan. Yang awalnya ragu kini jadi ketagihan buat jualan. Saat ini mba Aulia lebih sering membuat kue tuk dibagikan saat jumat berkah. mba Aulia berharap dengan cara itu mendapatkan doa dari orang lain agar usahanya bisa terus berjalan serta mendapatkan berkah.

Sebelum closing mak Deska merangkum tips – tips dari teman bincangnya buat perempuan yang ingin memulai bisnis : 

  1. Mindset positif
  2. Mulai aja dulu
  3. Perbanyak teman
  4. Lakukan dengan maksimal
  5. Kerjanya harus double (misal orang lain berjualan hanya 5jam, kita harus bisa 10jam)

Tips dari kami tuk mempertahankan bisnis :

  1. Pertahankan kwalitas produk/kwalitas produk tetap dijaga
  2. Cari product2 kita yang mau di tonjolkan
  3. Membuat promo2 yg memanjakan customer misal bundling/disc
  4. Jangan berhenti berinovasi
  5. Jangan menyerah
  6. Konsisten

Tambahan dari mak Deska, jangan takut tuk berbagi dengan orang lain atau membantu orang lain. Karna mak Deska percaya ketika kita mau berbagi dengan orang lain. Allah SWT yang akan bantu mencukupi kebutuhan kita.

Karna semakin banyak kamu memberi, semakin banyak kamu menerima dan semakin banyak kamu dapat.

Bincang-bincang lengkap nya maksay bisa simak di IG live dan Spotify.

https://open.spotify.com/episode/33K3ieggLvLhb2kCYOeDFA?si=nWiFBhd-Qy-WIZT2VS4KHQ

BiRu

Hobi Desain Jadi Cuan – BIRU Ep.1

Ahad, 7 November 2021 – Segmen BIRU (Bincang Inspirasi Usaha) diluncurkan. Mengusung tagline cara asyik rumpi bisnis, perdana mengudara live di @ayo.mulaidarinol.

Siaran perdana ini mengundang tiga narasumber yang memiliki kesamaan hobi yaitu dibidang desain.

Dipandu makmin sekaligus Co-Founder Gerakan @ayo.mulaidarinol Mak Fikri Arista. Mak Rista memiliki ketertarikan pada dunia dasain grafis yang biasa membuat media, logo, dan konten media sosial. Usaha yang dirintis adalah jasa desain grafis Idera Design dan Idera Merchandise. Saat ini beliau bergabung dengan Ibu Profesional regional Yogyakarta.

Narasumber pertama adalah Diawinasis Mawisesanti yang akrab dipanggil Mak santi, memiliki passion pada bisang doodle. Saat ini bergabung dengan Ibu Profesional regional Malang. Beliau memulai doodle dari kertas yang saat ini mulai beralih ke digital yang dirasa lebih fleksibel disbanding dengan menggunakan kertas. Apapun kondisinya bisa tetap menggambar.

Narasumber berikutnya adalah Nafta C. Fatahillah yang akrab disapa Mak Tata. Saat ini bergabung dengan Ibu Profesional regional Yogyakarta namun berdomisili di Bandung. Beliau seorang fashion desainer yang memiliki usaha produksi baju. Semula terjun usaha menekuni fashion pria. Namun belakangan tidak hanya fashion pria saja.

Narasumber ketiga adalah Sri Handayani yang memiliki nama beken Mak Handa. Beliau fokus pada bidang video editing. Saat ini bergabung dengan Ibu Profesional refional Solo Raya. Saat ini memiliki usaha bersama keluarga di bidang jasa desain dan editing video.

Seluruh narasumber mengaku tidak memiliki dasar keilmuan seputar desain sejak bangku sekolah formal. Namun saat keinginan dan passion yang dilakukan dirasa enjoy, maka peningkatan kemampuan dan kapasistas diri harus terus berjalan.

Belajar bisa dari mana saja. Mak Handa menuturkan, belajar sinematik dari tiktok dan youtube saja. saat ini sudah banyak tutorial bertebaran di youtube.

Mak Handa mulai mengenal desain dari aplikasi Corel dan Photoshop pada tahun 2011. Saat itu, desain masih menjadi beban dan belum menemukan enjoy. Tahun 2017 bertemu dengan Ibu Profesional dan menjadi titik balik, lebih mengenal diri melalui ST30. Upgrade skill terus dilakukan, lalu tahun 2018 mengeluarkan merk desain emak.

Mak Rista mengenal desain sejak lama yang memaksa mau nggak mau berkenalan dengan photoshop. Bertemu dengan Ibu Profesional juga menjadi titik baliknya. Mak Rista memutuskan masuk Rumah Belajar Desain. Motivasi utama Mak Rista bergabung dengan Rumbel saat itu adalah ingin membuat desain promosi usahanya lebih menarik.

Pada tahun 2019, Mak Rista mendapat kesempatan mengikuti kelas yang diadakan oleh BLK Sleman. Selama 40 hari Senin hingga Sabtu penuh mengikuti kelas. Diakhir kegiatan tersebut seolah dipaksa untuk membuka usaha, membuat akun Instagram khusus bisnis, disiapkan spanduk, dan diberi modal. Maka usaha cetak merchandise dimulai.

Pengalaman Mak Santi pertama kali berkenalan dengan doodle tahun 2016. Saat itu, Ibu Profesional Malang belum memiliki rumah belajar. Mak Santi memberanikan diri menjadi PJ rumbel doodle. DImulai dari yang tidak tahu apa-apa soal doodle lalu berkumpul dengan teman-teman yang memiliki kesenangan yang sama yaitu menggambar.

Tahun 2018 berkenalan dengan doodle. Bermula dari sering membantu teman-teman dalam menggambar hingga akhirnya memberanikan open commission sekaligus upgrade skill.

Lain cerita Mak Tata yang semula menggambar fashion baru sekedar suka saja, kemudia setelah menikah mencoba untuk serius pada bidang ini. Mak Tata ambil Pendidikan di Akademi Desain Mode Indonesia, seperti sekolah yang memiliki kurikulum, materi lengkap tentang menjahit, fabric, dan lain-lain. Mak Tata mengaku setelah mengikuti akademi, kesenangannya terhadap fashion lebih ajeg.  

Seluruh narasumber berbagi tips dalam memulai usaha dari hobi.

Mak Santi berbagi tips agar lebih konsisten. Apapun bidangnya, saat kita konsisten dan berusaha untuk menekuninya, maka kelamaan orang akan menyadari atau aware. Meskipun hal kecil, selama konsisten, maka personal brand akan terbentuk dengan sendirinya.

Mak Handa menguatkan bahwa yang didbutuhkan oleh pemula adalah konsisten. Ketika sudah menemukan passion atau kesenangan diri yang dirasa enjoy lalu memutuskan terjun ke dunia usaha perlu untuk meluruskan niat. Pasang mindset, “Aku mau memulai bisnis ini benar-benar mencari ridho allah dan mendapat dukungan dari pasangan.”

Bergabung dalam komunitas yang memiliki kesamaan fokus juga menjadi penting. Sedikit demi sedikit soul serta skill akan naik karena berada dalam lingkungan yang sama.

Tips dari Mak Tata untuk yang ingin memulai usaha adalah perlu membentuk keunikan. Membuat brand yang kemudian dikenali meiliki ciri khas menjadi PR. Membangun DNA usaha ini perlu waktu panjang yang tidak terbentuk dalam waktu satu dua hari. Keunikan ini menjadi pembeda dengan brand lain.

Pesan Mak Rista jika kita merasa memiliki hobi yang disukai lalu akan menjadikannya sebuah usaha, langsung mulai saja. Jangan berpikir nanti akan bagaimana. Sambil belajar kita bisa menambah jam terbang dan portfolio. Rugi jika memiliki skill tapi diam saja dan tidak bergerak berbuat sesuatu.

Pesan Mak Tata jangan malu belajar pada siapa saja. Berusahalah untuk menghilangkan rasa lebih bisa. Dengan seperti itu membuat kita terus belajar sambil terus membangun attitude baik. Intinya berusaha belajar sepanjang hayat.

Mak santi sendiri berpesan saat kita belum tau memiliki hobi atau pasisonnya apa, dicari dulu, dinikmati dulu. Jangan ragu untuk menikmati prosesnya. Bisa jadi apa yang ditekuni akan berhubungan dan melengkapi aktivitas sebelumnya.

Yakin saja pasti akan berguna untuk berikutnya. Mulai untuk memetakan aktivitas dan terus dieksplor hinga menemukan bidang dimana kita merasa easy, enjoy, dan excellent.

Kepada Maksay yang sudah menemukan passionnya lalu mau memulai usaha, mulai saja. Jangan ragu dan jangan muluk-muluk memasang tarif. Mulai saja dulu, tawarkan pada orang-orang terdekat. Seiring berjalannya waktu, brand awareness-nya akan terbangun dengan sendirinya.

Sekali lagi Mak Rista merangkum seluruh tips dari narasumber jika akan memulai usaha

  1. Hilangkan rasa lebih bisa
  2. Bangun attitude yang baik
  3. Terus eksplor
  4. Mulai saja
  5. Terus dilatih dan upgrade skill
  6. Tidak cepat puas
  7. Perbaiki niat

Sebisa mungkin apa yang kita lakukan adalah untuk keberkahan diri dan keluarga. Jika kemudian ada keberkahan lain untuk membantu orang lain, maka akan jauh lebih baik lagi.

Lebih lengkap dapat disimak di ig live maupun spotify.