Tidak Dikategorikan

Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun Rencana Usaha

Usaha bisa dijalankan dan diinisiatori oleh siapa saja. Termasuk oleh para Emak. Namun ada baiknya sebelum memulai usaha, Maksay perlu membuat perencanaan.

Perencanaan usaha adalah pernyataan tertulis berisi hal-hal penting yang sebaiknya disiapkan sebelum mendirikan dan menjalankan sebuah usaha.

Tanpa perencanaan yang matang, maka pemilik tidak pernah tahu ke tujuan, arah, hingga cara-cara menghadapi tantangan serta dinamika yang akan terjadi. Saat ini sudah banyak matriks yang memudahkan dalam menuliskan perencanaan tersebut.

Namun demikian, tiada salahnya menyimak ulasan Makmin berikut tentang tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam menuliskan perencanaan usaha.

  • Identitas Usaha

Identitas usaha meliputi brand, visi, misi termasuk di dalamnya perizinan yang akan semakin menguatkan. Hal-hal tersebut menjadi komponen terpenting sebagai cerminan arah serta tujuan usaha.

Ust. Harry Santosa (alm.) pernah menjelaskan tentang misi dan bisi. Misi artinya tujuan jangka panjang dari usaha sebagai peta perjalanan, sementara visi adalah tujuan jangka pendek maupun Langkah-langkah yang perlu dilalui dalam rangka mencapai misi.

Maksay, perlu juga menuangkan value dari usaha yang akan dijalankan ke dalam identitas usaha untuk memudahkan kerangka berpikir membangun usaha. Adanya value membuat usaha tetap berada di track yang diinginkan.

  • Gambaran Umum

Setelah identitas usaha, selanjutnya Maksay bisa menuliskan gambaran umum. Beberapa hal yang masuk ke dalam gambaran umum adalah

  1. Seputar produk baik keunggulan maupun kekurangannya
  2. Target pasar termasuk rencana pemasaran hingga segmen-segmen pasar
  3. Biaya operasional juga menjadi komponen penting untuk mengetahui keperluan modal, besaran keuntungan, Break Even Point (BEP), hingga besaran zakat maupun pajak yang perlu dibayarkan
  • Analisis Persaingan, Dinamika, dan Strategi.

Analisis peluang persaingan perlu dituliskan sejak awal untuk memantapkan Maksay sebagai pemilik usaha. Dinamika usaha perlu juga dituliskan supaya memudahkan dalam memilah tantangan serta kelemahan dan membuat strategi penanganannya.

Itulah tiga hal yang perlu diperhatikan Maksay dalam menyusun perencanaan usaha. Setelah segala perencanaan dituliskan, tugas Maksay selanjutnya adalah tetap optimis dalam meraih target-target realistis. Teteap semangat dan selamat mencoba. – wd

Tidak Dikategorikan

5 Pola Pikir yang Sebaiknya Dimiliki Pebisnis Pemula

Saat ini sudah jamak para ibu berbisnis dari rumah. Hampir tak ada kendala lagi untuk ibu dapat memulai bisnis.

Berikut lima pola pikir yang sebaiknya dimiliki oleh para ibu yang ingin terjun berbisnis sebagai pebisnis pemula.

  • Optimis

Optimis menjadi energi atau bahan bakar dalam memulai bisnis rumahan. Pengusaha pemula perlu memiliki hal ini sebagai kekuatan. Saat pebisnis pemula memiliki sifat optimis maka akan mudah mencapai apa yang telah disusun dalam rencana bisnis.

Optimis bahwa rezeki dari Allah diberikan kepada semua makhluk. Tinggal bagaimana kita berusaha lebih kuat menggunakan segala potensi dalam meraihnya.

Tidak mudah menyerah walau melihat hasil dari bisnis milik orang lain. Maka menjaga optimis ini perlu bagi pebisnis pemula.

  • Berpikir Positif

Saat pebisnis berani bermimpi, maka perlu berpikir positif dalam bergerak demi mewujudkan mimpi-mimpinya. Meskipun dunia bisnis cenderung sangat dinamis, namun dengan tetap berpikir positif, maka separuh dari tantangan pasti dapat diselesaikan.

Berpikir positif adalah pola pikir pebisnis yang perlu terus dilatih untuk menghadapi berbagai tantangan menuju kesuksesan. Pasang surut hasil pasti akan memengaruhi pikiran-pikiran, namun dengan terus berpikir positif maka akan lebih jernih dalam pengambilan keputusan.

  • Pantang Menyerah

Inilah perlunya menuangkan rencana-rencana bisnis dalam tulisan. Perlu juga menuliskan analisis bisnis yang akan dijalankan. Sehingga ketika mengalami dinamika dalam berbisnis dibarengi dengan semangat pantang menyerah, bisnis akan tetap berjalan dengan versi terbaik yang bisa diusahakan.

Pantang menyerah adalah sikap yang sebaiknya tetap ditunjukkan baik dalam keadaan bisnis baik-baik saja maupun saat keadaan yang kurang memihak.

  • Fleksibel

Dunia bisnis tak pernah mudah, tak selalu baik-baik saja. Pastilah banyak tantangan yang terjadi. Mulai dari taraf ringan, sedang, hingga berat. Pola pikir fleksibel dalam berbisnis memudahkan pebisnis dalam menghadapi dunia bisnis yang serba cepat dan dinamis.

  • Terus Berinovasi

Pola pikir untuk terus menciptakan inovasi juga perlu dimiliki oleh pebisnis pemula. Tak apa melakukan kesalahan, selama ada pembelajaran yang diambil dari kesalahan dalam menjalankan bisnis. Masih ada hari esok untuk berinovasi dan membayar kesalahan-kesalahan tersebut.

Lima poin di atas pola pikir yang perlu dimiliki oleh pebisnis pemula. Tidak mudah namun dengan terus belajar menanamkannya dan membiasakannya dalam diri, maka bukan perkara mustahil bisnis akan terus berkembang dan membesar. Semangat memulai bisnismu dari rumah ya, Mak.

BiRu

Satu Piring Jadi Katering – BIRU Ep.3

Ahad, 21 November 2021 episode ketiga dair segment BIRU kembali tayang secara live di Instagram @ayo.mulaidarinol

Pada episode ketiga kali ini ditemani Mak Widhyanua selaku makmin sekaligus CoFounder @ayo.mulaidarinol, mengundang Mak Dhaniar Mudita sebagai narasumber.

Keduanya memiliki banyak kesamaan. Diantaranya senang ngulik di dapur.  Mak Dhan suka mengolah pangan lokal. Skripsinya melihat kandungan zat gizi dari daun kelor dan melihat pengaruhnya pada kadar zat besi dalam darah secara in vivo. Kelor merupakan sumber protein yang baik, meskipun nabati. Penelitian magisternya, Mak Dhan mengolah kelor menjadi cookies untuk anak-anak gizi buruk yang juga dicobakan secara in vivo. Uji organoleptik dari cookies kelor tersebut dilakukan pada level ibu sebagai tes rasa, tekstur, dan seterusnya.

Bermula dari kesenangan mengolah pangan lokal, Mak Dhan memberanikan diri membuka usaha. Sejak mahasiswa tidak punya rencana membuka katering. Benang merah yang bisa ditarik selain suka ngulik pangan lokal, Mak Dhan mengaku selalu mengarahkan pikirannya ke kompor. Pada 2015 mulai membuka katering, mulai dari mulut ke mulut dan membagikan tester pada teman-teman terdekat dan meminta review untuk terus melakukan perbaikan.

Mak Dhan mengaku katering menjadi tempat bertumbuh dan tempat belajarnya secara pesat. Banyak tantangan yang dirasakan selama menjalankan usaha. Tak pernah menyangka terjun di dunia ini. Bermula dari iseng dan semakin dijalankan semakin merasa mantap serta yakin.

Mak Dhan menyampaikan semua kembali ke niat semula bahwa dengan usaha katering ini berharap ingin memberikan impact, bukan hanya sekedar rupiah. Uang bukan menjadi tujuan utama. Selain itu harapannya dapat memberi jejak warisan yang baik, jika belum dapat menginspirasi orang, setidaknya anak-anak melihat jika ibunya berjuang.

Saat ini Mak Dhan juga mengampu level SMP pada mata pelajaran muatan lokal kewirausahaan. Materi-materi yang diajarkan lebih mencoba mengenalkan anak-anak bagaimana berpikir kreatif, mengolah inovasi, dan diajarkan untuk belajar berkreasi.

Usaha katering @toga.boga bukan couplepreneur. Suami Mak Dhan berperan sebagai angel investor yang menginvestasikan seluruh jiwa raga, fisik, dan mental. Peran pasangan diakusi sangat besar, sebagai motivator pribadi, penyuntik dana, dan semuanya.

Semula menjalankan usaha, cincin pernikahan dijual sebagai modal awal. Misi besarnya ketika menjalankan usaha tanpa berhutang.

Pencapaian terbesar Mak Dhan selama menjalankan usaha katering ini adalah memiliki mental sebagai pengusaha jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Contoh nyata saat menerima complain dari customer, sudah dapat menanggapinya dengan hati dingin dan tenang. Mak Dhan mengaku sebagai orang yang perfeksionis. Dahulu, saat mendapat celaan atau hinaan, bisa dipastikan langsung stress berat, kepikiran berhari-hari, dan sariawan. Saat ini sudah lebih slow, lebih santai, dan memandang complainan dengan senyum.

Dari Bu Septi Mak Dhan belajar untuk mencintai masalah. Biasanya suka menghindari masalah dengan cara prepare sebaik-baiknya supaya tidak bertemu masalah dikemudian hari. Namun ternyata di dunia usaha banyak hal-hal tak terduga sehingga sangat perlu untu mencintai masalah dan merengkuhnya.

Tips dan trik yang Mak Dhan bagikan:

  1. Mulai dulu dan jangan berhenti belajar. Dunia kuliner saat ini pelakunya banyak. Industri makanan dan minuman tidak pernah mati, karena semua orang butuh makan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri.
  2. Tak perlu overthinking atau stress dengan pencapaian orang lain. Terlalu fokus ke lintasan orang lain akhirnya tidak membuat progress pada lintasan sendiri. Cukup fokus untuk mengembangkan kemampuan diri.
  3. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Cukup bandingkan diri kita di masa lalu dan saat ini.
  4. Konsisten juga menjadi kunci penting.

Saat mencapat cacian atau makian, hempaskan saja. Barangkali di sinilah kita diuji. Yakinlah bahwa Allah menguji sesuai kekuatan bahu kita. Pasti ujiannya sudah ditakar, sudah diukur oleh Allah SWT tak mungkin melebihi batas kemampuan bahu kita.

Pesan dari Mak Dhan kepada Maksay yang inign memulai usaha, carilah komunitas yang mendukung atau circle yang sesuai dengan potensi diri. Membangun usaha tidak hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan orang-orang, tapi juga perlu mengembangkan potensi diri. Karena untuk memunculkan potensi diri, mengembangkan kemampuan, serta menumbuhkan mental, perlu berkomunitas.

Sekian rangkuman dari segmen BiRu episode ketiga di podcast Mulai dari Nol. Lebih lengkapnya bisa disimak di igtv maupun spotify.

Jurnal

Verification Sources for The Logic Model Tim ARDENA

Berikut adalah beberapa verification sources yang melatarbelakangi tim Ardena mengambil fokus di bidang pertumbuhan ekonomi. Diantaranya:

BiRu

Dapur Ngebul Duit Kumpul – BIRU Ep.2

Bismillahirrohmannirrohim

Alhamdulillah…Segmen BiRu (Bincang Inspirasi Usaha) episode 2 pekan lalu sudah mengudara di Live Instagram @ayo.mulaidarinol .

Episode ke 2 ini dipandu oleh mak Deska, makmin sekaligus Co Founder gerakan @ayo.mulaidarinol mengambil thema “Dapur Ngebul Duit Kumpul”.

Kenapa ?

Karna di episode ini mak Deska kedatangan teman-teman mompreneurs yang sedang memiliki usaha kuliner.

Mereka sharing tentang bagaimana caranya membangun bisnis dari nol hingga bisa berkembang seperti sekarang. Yang mana semua berawal dari dapur rumah hingga bisa berjualan di ruko.

Teman pertama adalah Mba Nay adalah IRT dgn 2orang anak, yang saat ini sedang merintis usaha pempek palembang dari dapur rumah, dengan nama usahanya @pempekdinanti berlokasi di Cipondoh – Tangerang. 

Mak Nay ini juga IPers di Regional Tangerang Kota.

Mba nay memulai usahanya di tahun 2019, karna faktor ketidaksengajaan.

Berawal dari kesukaannya dengan makanan pempek & terbiasa lebaran berkunjung ke rumah mertua selalu membawa pempek buatan mamanya.

Sampai satu waktu saat lebaran ditinggal mamanya pulang kampung.

Akhirnya mba nay yang tidak bisa memasak memberanikan diri tuk belajar membuatnya, dapat testimoni positif, lama2 ketagihan tuk coba lagi dan lagi. 

Strategi penjualan yang digunakan mba Nay, hampir sama seperti mak deska.

Setiap ada acara offline selalu membawa hasil masakannya, akhirnya teman dan kerabat meminta mba Nay tuk open PO.

Pencapaian selama berjualan pernah mencapai hampir 1000pcs porsi pempek dalam bentuk hampers.

Pengalaman yg berkesan selama berjualan.

Orderan yang dikirim melalui ekspedisi dimakan oleh kucing.

Alhamdulillahnya saat itu pihal ekspedisi mau menganti rugi.

Teman kedua yang dikenal dengan nama bunda Zakkiya ini teman mak deska di komunitas kue.

Bunda Zakkiya adalah IRT dgn 1org putri, berdomisili di Cikampek.

Bunda Zakkiya memulai usahanya dari dapur rumah tahun 2017, dengan menjual aneka kue dan kue dekor ulang tahun, 

dengan nama usaha @zakkiyas_id 

Alhamdulillah saat ini sudah bisa buka cabang di ruko, memiliki 7orang karyawan dan dibantu dengan suaminya yang handle khusu cake ulang tahun.

Walau menjual kue dengan harga yang jauh dibandingkan dengan harga pasaran di wilayahnya, tapi tetap laris dagangannya.

Ini pesan bunda zakkiya terkait menentukan harga dan target market.

“Kita berjualan itu kasih yang terbaik bahannya berkwalitas atau premium, harga akan mengikuti dan otomatis akan terbentuk sendiri target marketnya”.

Pengalaman yang berkesan selama berjualan.

Saat bulan puasa menerima orderan cookies ribuan toples, meski begitu bunda zakkiya tidak merasa bangga. 

Karna sebagian waktunya berfokus ke orderan tapi setelah itu harus ditinggal papa tercinta berpulang.

Kalau makmin namanya Maryana Deskawati, biasa dipanggil Deska.

IRT dengan 2orang anak, saat ini sedang merintis kembali usaha bidang kuliner, dengan nama @kue_dadakan.

Kalau ditanya kapan mulai jualan kue sudah sejak SD. Karna hidup dari keluarga yang sederhana bahkan orangtua sampai harus bekerja di luar negeri dan sempet tidak punya kerjaan.

Padahal peran kita sebagai IRT saja sudah MasyaAllah luar biasa, tapi dibalik kerempongannya itu berani menambah peran tuk menjalankan bisnis.

Saat itu faktor / Alasan utamanya berani memulai bisnis karna ingin lepas dari RIBa.

Tahun 2016 itu baru tau namanya RIBA. Karna yang bisa dilakukan membuat kue, jadi menjual kue buatannya ke keluarga & teman terdekat. 

Seiring berjalannya waktu alasan terus menjalankan berbisnis semakin melebar, ingin bisa membantu perekonomian keluarga, berbagi buat sesama dan mandiri financial.

Karna mak Deska percaya dan yakin ketika kita berbagi dengan orang lain, Allah SWT yang akan mencukupi kebutuhan kita (berdasarkan pengalaman pribadi mak Deska).

Alhamdulillah mendaptkan testimoni positif & mereka suka.

Kemudian mulai jual di kantor, bekerjasama dengan sekolahan sampai bekerja sama dengan toko kue dipasar tebet – jakarta.

Pengalaman yang paling berkesan selama menjalani bisnis.

Bisa lepas dari RIBA & pernah mendapatkan pesanan 750pcs martabak manis mini & harus diantarkan jam 2pagi.

Teman ketiga adalah Mba Aulia, mba Aulia ini IPers yang berdomisili di bandang lampung, IRT dengan anak, dan saat ini sedang belajar di kampus ibu pembaharu dengan tim nya seruni.

Mba Aulia baru memulai bisnisnya justru disaat pandemi. Berawal dari keresahannya ingin beli jajanan diluaran agak takut & ragu2.

Belajar baking hanya melihat resep2 dari internet aj. Karna merasa sudah berhasil, anak-anak jadi suka, jadi senang & merasa ada motivasi.

Yang awalnya berfikir baking itu ribet banget, akhirnya mba aulia minta diajarkan oleh sepupu dan tantenya yg emang sudah memiliki usaha baking.

Strategi penjualannya mba Aulia itu dengan memberikan tester produknya ke teman & kerabatnya. Dari situlah mulai pesanan berdatangan. Yang awalnya ragu kini jadi ketagihan buat jualan. Saat ini mba Aulia lebih sering membuat kue tuk dibagikan saat jumat berkah. mba Aulia berharap dengan cara itu mendapatkan doa dari orang lain agar usahanya bisa terus berjalan serta mendapatkan berkah.

Sebelum closing mak Deska merangkum tips – tips dari teman bincangnya buat perempuan yang ingin memulai bisnis : 

  1. Mindset positif
  2. Mulai aja dulu
  3. Perbanyak teman
  4. Lakukan dengan maksimal
  5. Kerjanya harus double (misal orang lain berjualan hanya 5jam, kita harus bisa 10jam)

Tips dari kami tuk mempertahankan bisnis :

  1. Pertahankan kwalitas produk/kwalitas produk tetap dijaga
  2. Cari product2 kita yang mau di tonjolkan
  3. Membuat promo2 yg memanjakan customer misal bundling/disc
  4. Jangan berhenti berinovasi
  5. Jangan menyerah
  6. Konsisten

Tambahan dari mak Deska, jangan takut tuk berbagi dengan orang lain atau membantu orang lain. Karna mak Deska percaya ketika kita mau berbagi dengan orang lain. Allah SWT yang akan bantu mencukupi kebutuhan kita.

Karna semakin banyak kamu memberi, semakin banyak kamu menerima dan semakin banyak kamu dapat.

Bincang-bincang lengkap nya maksay bisa simak di IG live dan Spotify.

https://open.spotify.com/episode/33K3ieggLvLhb2kCYOeDFA?si=nWiFBhd-Qy-WIZT2VS4KHQ

WETalk Business

Perempuan Berdaya dari Perspektif Islam (WETalk Business Ep. 4)

Selasa, 26 Oktober 2021 – Segmen WE Talk Business dalam podcast Mulai Dari Nol kembali mengudara. Pada episode keempatnya, mengangkat tema tentang Perempuan Berdaya dari Perspektif Islam.

Narasumber yang dihadirkan adalah Mak Shuffah sosok ibu berdaya dari rumah yang terus mengajak para Muslimah untuk memperbaiki bacaan Quran dan terus kembali ke Quran dan berperan sebagai host adalah Mak Widhya.

Berikut rekap obrolan serunya.

Mendengar istilah women empowerment diartikan pemberdayaan perempuan. Jika dilihat artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berdaya artinya memiliki kemampuan melakukan sesuatu, kemampuan bertindak. Maknanya sesederhana melakukan sesuatu, melakukan ikhtiar, melakukan aksi. Jika dikaitkan dalam islam, berdaya dapat dimaknai sebagai beramal.

Women empowerment adalah perjuangan para perempuan dalam mewujudkan aspirasinya, dalam menjalani mimpi-mimpinya juga cita-citanya. Dimana dalam mewujudkan sesuatu tentu dimulai dari sebuah aksi, sebuah ikhtiar, sebuah amal.

Islam mengatur semuanya secara terperinci dalam Quran. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyaknya ayat-ayat Quran yang menerangkan tentang beramal dan bekerja. Salah satunya dalam QS. At-Taubah ayat 105.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Poin penting yang bisa disarikan dari ayat di atas:

  • Beramallah

Saat seseorang beramal maka Allah, Rosul, dan orang-orang mukmin melihatnya. Bahwa apa yang dilakukan tidak hanya dirinya sendiri yang mengetahui, tapi tetap yakin bahwa apapun yang dilakukan, sejatinya adalah amal yang dilihat oleh Allah. Saat mengingat ini, tentu siapapun tidak akan menyepelekan sebuah amal, sekecil apapun amal itu. Karena ada keyakinan yang terus ditumbuhkan bahwa amal tersebut sedang dinilai oleh Allah. Hal ini juga menjadi peringatan bagi setiap muslim untuk melakukan amalan-amaan secara profesional atau itqon.

  • Bekerjalah

Setiap muslim diajak mengingat mengapa harus terus beramal disetiap detik, terus melakukan suatu aksi, terus berdaya, karena yakin suatu saat akan dipanggil Oleh-Nya, akan kembali kepada-Nya. Maka waktu di dunia adalah waktu untuk beramal, berdaya, melakukan aksi-aksi kebaikan sebagai bekal berpulang kepada Allah. Ayat ini tidak ditujukan kepada laki-laki saja ataupun perempuan saja. Melainkan seluruh hamba Allah, tidak mengenal gender.

Ayat di atas mustinya membuat setiap insan untuk lebih bersemangat dalam beramal dan berbuat kebaikan tanpa henti.

Pemberdayaan perempuan memuat dua sisi kewajiban sekaligus hak. Kewajiban adalah dari sisi seruan untuk bekerja, beramal, beraksi. Dimana ini adalah bentuk pemberdayaan diri dalam melakukan sesuatu.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl:97)

Dari ayat di atas, manusia diberikan bayangan apa yang akan diberikan oleh Allah saat mengerjakan amal-amal kebaikan. Ini seperti hak atau balasan langsung dari Allah berupa kehidupan yang lebih baik saat berusaha menjadi perempuan berdaya.

Islam dengan aturan-aturan yang ada menjadikan perempuan sebagai kaum yang dimuliakan. Seperti perintah menutup aurat adalah bentuk penjagaan besar dari Allah. Islam sangat memuliakan perempuan.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS. An-Nisa: 124)

Saat laki-laki dan perempuan melakukan amal kebaikan, Allah tidak membedakan besaran pahala. Dari segi pekerjaan, laki-laki dan perempuan berbeda, namun perbedaan ini bukan bentuk pilih kasih dari Allah. Jikapun ada perbedaan adalah dari peran dan fungsi yang dijalankan.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. An-Nisa:32)

Perbedaan sifat alami ini yang akan membedakan kewajiban dan peran. Namun dari segi balasan amal, tidak ada perbedaan.

Islam tidak menghilangkan dan tidak membatasi kebebasan perempuan. Perempuan tetap diperkenankan bekerja, menuntut ilmu, berpendapat, dan melakukan aktivitas lainnya asal tetap sesuai dengan fitrahnya.

Kunci perempuan berdaya dalam islam agar mampu terus mendayagunakan aksinya ada dua. Pertama, mengetahui peran utamanya. Perempuan memiliki peran utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Mengapa peran ini mejadi utama? Karena peran ini tidak bisa dipindahalihkan kepada laki-laki. Hal ini berkaitan dengan kemampuan reproduksi.

Kemampuan mengatur rumah tangga juga adalah milik perempuan. Ini merupakan amanah jika ibu adalah rabtul bait.

Namun apakah sampai di situ peran perempuan di dunia ini? Sementara di luar sana banyak peran yang sangat memerlukan peran perempuan. Misalnya menjadi seorang guru, dokter kandungan, dan peran-peran lain yang cukup penting diisi oleh perempuan.

Selain memiliki peran utama, perempuan juga memiliki peran di masyarakat. Ada tanggung jawab yang melekat untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak.

Khadijah menjadi bukti sejarah nyata dari kisah masa lalu tentang bagaimana perempuan berdaya dengan perannya di masyarakat. Banyak diceritakan bahwa beliau memimpin kafilah dagang, yang juga berhasil dalam usahanya namun tidak melupakan perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Dikisahkan pula bahwa Khadijah adalah orang pertama yang mengakui keislaman Rasulullah SAW dan mendukung dakwah.

Selain itu, Aisyah ra. juga perempuan yang pandai dan melakukan perannya sebagai seorang pengajar karena masa itu dibutuhkan perannya sebagai seorang guru. Banyak pula cerita sahabiyah lain yang juga turun ke medan perang, ada pula yang berperan sebagai perawat. Ini bukti bahwa perempuan tetap bisa menjalankan perannya sesuai fungsinya, sesuai kemampuannya, dan sesuai fitrahnya.

Kunci kedua adalah tentang keseimbangan (tawazun). Perempuan tetap perlu seimbang dalam menjalankan peran-perannya. Tanpa melupakan pemenuhan hak-hak objek dimana ia berinteraksi. Saat di rumah sebagai istri dan ibu, maka berkewajiban memenuhi hak suami dan anak-anaknya. Saat menjalankan peran di luar, maka berkewajiban memenuhi hak sesuai perannya. Prinsip keseimbangan ini menjadi penting agar tidak ada yang terdholimi.

Dua hal di atas menjadi kunci agar perempuan dapat mendayagunakan potensi yang sudah Allah titipkan. Semua dilakukan agar dapat menjalankan misi-misi kehidupan dunia.

Perempuan perlu menjaga keyakinan bahwa akan kembali pada Allah SWT maka sebaiknya dapat memenuhi seruan-Nya yaitu bekerjalah atau beramallah. Amal-amal atau aksi-aksi yang dilakukan ini akan menjadi bekal untuk kembali kepada Allah.

Closing statement dari Mak Shuffah adalah hendaknya tidak berhenti untuk beramal dan berdaya karena akan menjadi bekal untuk kembali kepada Allah di surga-Nya kelak.

Lebih lengkap dapat disimak dalam spotify Mulai dari Nol.

Ikuti juga info-info seru dari instagram Mulai dari Nol.

#Ardena

#MulaiDariNol

#BerkaryaDariRumah

#PemberdayaanPerempuan

#BerdayadariRumah

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

WETalk Business

Perempuan Berdaya: Antara Minat, Bakat, Hobi, dan Passion (WETalk Business Ep-2)

WETalk Business Episode-2

Perempuan Berdaya: Antara Minat, Bakat, Hobi, dan Passion (WE Talk – Ep. 2)

Rabu, 13 Oktober 2021, segmen WE Talk kembali mengudara di spotify. Tema yang diangkat pada kesempatan kedua tersebut adalah tentang Minat, Bakat, Hobi, dan Passion.

Mak Ida Nayu dari Tim Pradajiva sekaligus praktisi Talents Mapping dihadirkan sebagai narasumber. Ditemani Mak Deska, obrolan ringan sarat makna mengalir selama kurang lebih 26 menit.

Berikut wrap up obrolannya.

Sebagai pembuka, Mak Ida menyampaikan bahwa perempuan terbiasa menjalani multiperan. Pada setiap kesempatan, seolah perempuan dituntut untuk mengenali diri sendiri sebelum mengenali yang lain. Begitu pula saat bertindak. Perempuan perlu mempelajari lingkungannya dengan cepat.

Ada sebuah tools yang bisa digunakan dalam mengenali diri. Tools tersebut banyak dikenal dengan Talents Mapping (TM). Lebih jelas Mak Ida menjelaskan bahwa TM adalah sebuah tools yang digunakan untuk membantu seseorang dalam mengenali dirinya sehingga mendapat gambaran tentang bagaimana pola berpikir, pola merasakan, dan pola berperilaku seseorang yang alami. Alami dapat diartikan sebagai sesuatu yang sudah ada di dalam diri seseorang.

Ketika seseorang menjalani peran, tentu perlu menyesuaikan dengan kekuatannya. Sekaligus melengkapi apa yang menjadi kekurangan dirinya dengan berbagai cara positif. Terdapat perbedaan istilah yang banyak dikenal di masyarakat maupun secara Bahasa TM tentang bakat. 

Dalam keseharian, bakat kerap dikaitkan dengan aktivitas yang dikuasai oleh seseorang. Seperti bakat bernyanyi, bakat menulis, bakat berolahraga, dan lain sebagainya. Namun dalam TM, bakat adalah sifat bawaan yang tertanam dalam diri dan menentukan perilaku seseorang.

Secara umum TM diyakini mampu menjadi salah satu tools yang efektif dalam pengambilan keputusan dan bersikap. Dari pembahasan di atas, maka kombinasi antara kekuatan dan kelemahan satu perempuan dengan yang lainnya pasti berbeda. Tidak ada yang sama persis.

Kombinasi tersebutlah yang menjadikan seorang perempuan lebih berdaya dengan apapun perannya. Tidak mungkin akan membuat diri berdaya jika tidak mengenali diri. Perempuan perlu memulai dari nol.

Mulai dari mengenali sifat-sifat alami serta kepribadian diri. Setelah berkenalan dengan diri, maka diharapkan seorang perempuan mampu menentukan mana peran yang tepat untuk dijalankan. Peran tersebut perlu diambil secara sadar sehingga bermanfaat bagi sekitar. Minimal untuk lingkaran terkecilnya.

Mak Ida lebih rinci membahas tentang empat poin penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan peran. 

  1. Enjoy (Perempuan perlu menyenangi perannya)
  2. Easy (Perempuan merasa mudah saat menjalankan peran tersebut) 
  3. Excellent (Jika perempuan excellent dalam berperan, berarti ditunjang oleh bakat alaminya)
  4. Earn (Mendatangkan kebahagiaan maupun income)

Perempuan di era ini, dengan segala multiperan yang melekat erat dalam diri, mulai mengabaikan kesejahteraan psikologisnya. Enjoy tidak lagi dirasa penting. Maka mulai muncul pikiran “Yang penting kerjaanku selesai” atau “Yang penting rutinitas keseharianku selesai”. Inilah yang banyak dilatih di sekolah juga di tempat bekerja. 

Jika empat poin yang dijelaskan Mak Ida di atas hilang poin enjoynya, sebagai poin pertama, inilah yang disebut kompetensi. Betul hal ini bisa dilatih, bisa ditempa. Keadaan yang memaksa perempuan berlaku demikian. Namun hal ini akan sangat melelahkan dan tidak akan maksimal dalam menjalankan perannya.

Lalu bagaimana perempuan akan berdaya jika setiap aktivitasnya tidak merasa enjoy sebagai sumber energi Bahagia? Jawabnya adalah inilah saatnya perempuan kembali merenung dan kembali menyadari bahwa setiap perempuan adalah makhluk yang istimewa.

Sebagai pernyataan pada sesi penutupan, Mak Ida menyampaikan pesan untuk para perempuan. Meski tidak sempurna, memiliki banyak kekurangan, tapi sangat penting untuk menyadari bahwa dirinya adalah spesial, dan limited edition. 

Saat perempuan mampu berdaya dengan segala keunikan dirinya, apapun pilihan perannya, saat itulah dirinya akan menebar manfaat. 

WETalk Business

Perempuan Berdaya dari Rumah? (WETalk Business – Ep. 1)

WETalk Business Episode-1

Selasa, 5 Oktober 2021, untuk pertama kali segmen WETalk Business mengudara di Spotify. WETalk Business adalah akronim dari Women’s Empowerment and Business Talk.

Segmen ini sengaja diangkat oleh gerakan Mulai Dari Nol karena belakangan hangat menjadi isu perbincangan di kalangan perempuan. Lalu sebenarnya apa makna dari Women’s Empowerment itu sendiri?

Berikut wrap up dari obrolan tim Ardena – Penggagas Gerakan Mulai Dari Nol– yang membahas tentang pemberdayaan perempuan dari rumah dan bisnis.

Women’s Empowerment versi Ardena memiliki makna tumbuhnya kesadaran bahwa perempuan memiliki kepercayaan diri dan mengenal jati dirinya sehingga dapat berdaya tanpa melupakan fitrahnya maupun kewajiban utamanya sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Rutinitas harian para perempuan, seringkali membuat munculnya perasaan tak berdaya dan tertekan.

Pada era ini, women’s empowerment menjadi penting karena sudah saatnya perempuan bebas berkarya, berekspresi, dan berdaya. Tak hanya bergantung pada suami. Perempuan hendaknya menyadari penuh bahwa jati dirinya melekat erat pada pribadinya. Bukan pada anak-anaknya, suaminya, apalagi hal-hal yang bersifat duniawi semata. 

Sejak pandemi, peran dan tanggung jawab seorang perempuan mau tak mau menjadi bertambah. Apalagi dengan kondisi yang mengharuskan tetap di rumah saja. Selain terbatas ruang geraknya, banyak perempuan yang merasa tak mampu, tak berdaya, kepercayaan dirinya terkikis. Kondisi ini membuat tekanan psikologis tersendiri pada perempuan.

Tim Ardena berinisiatif menghadirkan gerakan Mulai Dari Nol. Inilah saatnya para perempuan, ibu, maupun calon ibu berkreasi tanpa batas, semakin bersemangat mengenali diri secara cerdas, dan melawan rasa cemas. Perempuan tetap bisa berkarya dari rumah untuk dunia.

Sebagai seorang individu, komponen terkecil dari negara, perempuan dipercaya sangat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis. Dimulai dari melakukan perubahan positif. Hal tersebut bisa dimulai dengan fokus menyelesaikan apa yang menjadi masalah dirinya. Setiap individu dibekali kemampuan untuk mengubah masalah menjadi tantangan tanpa perlu menghilangkan identitasnya. Kuncinya bukan hanya mampu, tapi juga mau untuk melakukan perubahan dan kemudian memulainya.

Jika kondisi di atas terbentuk, maka sebuah keniscayaan pertumbuhan ekonomi hadir dimulai dari kalangan perempuan. Hal ini juga dapat digunakan untuk menemukan visi hidupnya. Meski tak dapat dimungkiri bahwa apapun keputusan yang diambil tentu memiliki risiko.

Pengalaman pribadi Tim Ardena yang terlalu lama menemukan passion diri, serta menjalani rutinitas harian ibu rumah tangga yang itu-itu saja, menjadikan tim Ardena berharap dapat mengajak para perempuan untuk memulai. Mulai mengenali jati dirinya, mengetahui peta hidupnya, sehingga bisa lebih percaya diri, sekaligus bisa berdampak dalam pemberdayaan diri maupun ekonomi. 

Support system dan ekosistem yang baik inilah yang ingin diwujudkan oleh gerakan Mulai Dari Nol. Women’s empowerment bisa diraih jika dilakukan bersama-sama sehingga memudahkan perempuan dalam menemukan self-worth dan self-appreciate.

Membersamai para perempuan menjalani setiap prosesnya hingga berani memulai, menggunakan skill dirinya, mencari tahu apa yang disukai, serta menularkannya adalah mimpi yang sedang dibangun oleh Penggagas Gerakan Mulai Dari Nol.

Berani memulai, berani mengenali diri, berani mengakui, berani menerima diri, dan berani bergerak.

Ayo, Mulai Dari Nol.