BiRu

Satu Piring Jadi Katering – BIRU Ep.3

Ahad, 21 November 2021 episode ketiga dair segment BIRU kembali tayang secara live di Instagram @ayo.mulaidarinol

Pada episode ketiga kali ini ditemani Mak Widhyanua selaku makmin sekaligus CoFounder @ayo.mulaidarinol, mengundang Mak Dhaniar Mudita sebagai narasumber.

Keduanya memiliki banyak kesamaan. Diantaranya senang ngulik di dapur.  Mak Dhan suka mengolah pangan lokal. Skripsinya melihat kandungan zat gizi dari daun kelor dan melihat pengaruhnya pada kadar zat besi dalam darah secara in vivo. Kelor merupakan sumber protein yang baik, meskipun nabati. Penelitian magisternya, Mak Dhan mengolah kelor menjadi cookies untuk anak-anak gizi buruk yang juga dicobakan secara in vivo. Uji organoleptik dari cookies kelor tersebut dilakukan pada level ibu sebagai tes rasa, tekstur, dan seterusnya.

Bermula dari kesenangan mengolah pangan lokal, Mak Dhan memberanikan diri membuka usaha. Sejak mahasiswa tidak punya rencana membuka katering. Benang merah yang bisa ditarik selain suka ngulik pangan lokal, Mak Dhan mengaku selalu mengarahkan pikirannya ke kompor. Pada 2015 mulai membuka katering, mulai dari mulut ke mulut dan membagikan tester pada teman-teman terdekat dan meminta review untuk terus melakukan perbaikan.

Mak Dhan mengaku katering menjadi tempat bertumbuh dan tempat belajarnya secara pesat. Banyak tantangan yang dirasakan selama menjalankan usaha. Tak pernah menyangka terjun di dunia ini. Bermula dari iseng dan semakin dijalankan semakin merasa mantap serta yakin.

Mak Dhan menyampaikan semua kembali ke niat semula bahwa dengan usaha katering ini berharap ingin memberikan impact, bukan hanya sekedar rupiah. Uang bukan menjadi tujuan utama. Selain itu harapannya dapat memberi jejak warisan yang baik, jika belum dapat menginspirasi orang, setidaknya anak-anak melihat jika ibunya berjuang.

Saat ini Mak Dhan juga mengampu level SMP pada mata pelajaran muatan lokal kewirausahaan. Materi-materi yang diajarkan lebih mencoba mengenalkan anak-anak bagaimana berpikir kreatif, mengolah inovasi, dan diajarkan untuk belajar berkreasi.

Usaha katering @toga.boga bukan couplepreneur. Suami Mak Dhan berperan sebagai angel investor yang menginvestasikan seluruh jiwa raga, fisik, dan mental. Peran pasangan diakusi sangat besar, sebagai motivator pribadi, penyuntik dana, dan semuanya.

Semula menjalankan usaha, cincin pernikahan dijual sebagai modal awal. Misi besarnya ketika menjalankan usaha tanpa berhutang.

Pencapaian terbesar Mak Dhan selama menjalankan usaha katering ini adalah memiliki mental sebagai pengusaha jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Contoh nyata saat menerima complain dari customer, sudah dapat menanggapinya dengan hati dingin dan tenang. Mak Dhan mengaku sebagai orang yang perfeksionis. Dahulu, saat mendapat celaan atau hinaan, bisa dipastikan langsung stress berat, kepikiran berhari-hari, dan sariawan. Saat ini sudah lebih slow, lebih santai, dan memandang complainan dengan senyum.

Dari Bu Septi Mak Dhan belajar untuk mencintai masalah. Biasanya suka menghindari masalah dengan cara prepare sebaik-baiknya supaya tidak bertemu masalah dikemudian hari. Namun ternyata di dunia usaha banyak hal-hal tak terduga sehingga sangat perlu untu mencintai masalah dan merengkuhnya.

Tips dan trik yang Mak Dhan bagikan:

  1. Mulai dulu dan jangan berhenti belajar. Dunia kuliner saat ini pelakunya banyak. Industri makanan dan minuman tidak pernah mati, karena semua orang butuh makan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri.
  2. Tak perlu overthinking atau stress dengan pencapaian orang lain. Terlalu fokus ke lintasan orang lain akhirnya tidak membuat progress pada lintasan sendiri. Cukup fokus untuk mengembangkan kemampuan diri.
  3. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Cukup bandingkan diri kita di masa lalu dan saat ini.
  4. Konsisten juga menjadi kunci penting.

Saat mencapat cacian atau makian, hempaskan saja. Barangkali di sinilah kita diuji. Yakinlah bahwa Allah menguji sesuai kekuatan bahu kita. Pasti ujiannya sudah ditakar, sudah diukur oleh Allah SWT tak mungkin melebihi batas kemampuan bahu kita.

Pesan dari Mak Dhan kepada Maksay yang inign memulai usaha, carilah komunitas yang mendukung atau circle yang sesuai dengan potensi diri. Membangun usaha tidak hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan orang-orang, tapi juga perlu mengembangkan potensi diri. Karena untuk memunculkan potensi diri, mengembangkan kemampuan, serta menumbuhkan mental, perlu berkomunitas.

Sekian rangkuman dari segmen BiRu episode ketiga di podcast Mulai dari Nol. Lebih lengkapnya bisa disimak di igtv maupun spotify.

BiRu

Dapur Ngebul Duit Kumpul – BIRU Ep.2

Bismillahirrohmannirrohim

Alhamdulillah…Segmen BiRu (Bincang Inspirasi Usaha) episode 2 pekan lalu sudah mengudara di Live Instagram @ayo.mulaidarinol .

Episode ke 2 ini dipandu oleh mak Deska, makmin sekaligus Co Founder gerakan @ayo.mulaidarinol mengambil thema “Dapur Ngebul Duit Kumpul”.

Kenapa ?

Karna di episode ini mak Deska kedatangan teman-teman mompreneurs yang sedang memiliki usaha kuliner.

Mereka sharing tentang bagaimana caranya membangun bisnis dari nol hingga bisa berkembang seperti sekarang. Yang mana semua berawal dari dapur rumah hingga bisa berjualan di ruko.

Teman pertama adalah Mba Nay adalah IRT dgn 2orang anak, yang saat ini sedang merintis usaha pempek palembang dari dapur rumah, dengan nama usahanya @pempekdinanti berlokasi di Cipondoh – Tangerang. 

Mak Nay ini juga IPers di Regional Tangerang Kota.

Mba nay memulai usahanya di tahun 2019, karna faktor ketidaksengajaan.

Berawal dari kesukaannya dengan makanan pempek & terbiasa lebaran berkunjung ke rumah mertua selalu membawa pempek buatan mamanya.

Sampai satu waktu saat lebaran ditinggal mamanya pulang kampung.

Akhirnya mba nay yang tidak bisa memasak memberanikan diri tuk belajar membuatnya, dapat testimoni positif, lama2 ketagihan tuk coba lagi dan lagi. 

Strategi penjualan yang digunakan mba Nay, hampir sama seperti mak deska.

Setiap ada acara offline selalu membawa hasil masakannya, akhirnya teman dan kerabat meminta mba Nay tuk open PO.

Pencapaian selama berjualan pernah mencapai hampir 1000pcs porsi pempek dalam bentuk hampers.

Pengalaman yg berkesan selama berjualan.

Orderan yang dikirim melalui ekspedisi dimakan oleh kucing.

Alhamdulillahnya saat itu pihal ekspedisi mau menganti rugi.

Teman kedua yang dikenal dengan nama bunda Zakkiya ini teman mak deska di komunitas kue.

Bunda Zakkiya adalah IRT dgn 1org putri, berdomisili di Cikampek.

Bunda Zakkiya memulai usahanya dari dapur rumah tahun 2017, dengan menjual aneka kue dan kue dekor ulang tahun, 

dengan nama usaha @zakkiyas_id 

Alhamdulillah saat ini sudah bisa buka cabang di ruko, memiliki 7orang karyawan dan dibantu dengan suaminya yang handle khusu cake ulang tahun.

Walau menjual kue dengan harga yang jauh dibandingkan dengan harga pasaran di wilayahnya, tapi tetap laris dagangannya.

Ini pesan bunda zakkiya terkait menentukan harga dan target market.

“Kita berjualan itu kasih yang terbaik bahannya berkwalitas atau premium, harga akan mengikuti dan otomatis akan terbentuk sendiri target marketnya”.

Pengalaman yang berkesan selama berjualan.

Saat bulan puasa menerima orderan cookies ribuan toples, meski begitu bunda zakkiya tidak merasa bangga. 

Karna sebagian waktunya berfokus ke orderan tapi setelah itu harus ditinggal papa tercinta berpulang.

Kalau makmin namanya Maryana Deskawati, biasa dipanggil Deska.

IRT dengan 2orang anak, saat ini sedang merintis kembali usaha bidang kuliner, dengan nama @kue_dadakan.

Kalau ditanya kapan mulai jualan kue sudah sejak SD. Karna hidup dari keluarga yang sederhana bahkan orangtua sampai harus bekerja di luar negeri dan sempet tidak punya kerjaan.

Padahal peran kita sebagai IRT saja sudah MasyaAllah luar biasa, tapi dibalik kerempongannya itu berani menambah peran tuk menjalankan bisnis.

Saat itu faktor / Alasan utamanya berani memulai bisnis karna ingin lepas dari RIBa.

Tahun 2016 itu baru tau namanya RIBA. Karna yang bisa dilakukan membuat kue, jadi menjual kue buatannya ke keluarga & teman terdekat. 

Seiring berjalannya waktu alasan terus menjalankan berbisnis semakin melebar, ingin bisa membantu perekonomian keluarga, berbagi buat sesama dan mandiri financial.

Karna mak Deska percaya dan yakin ketika kita berbagi dengan orang lain, Allah SWT yang akan mencukupi kebutuhan kita (berdasarkan pengalaman pribadi mak Deska).

Alhamdulillah mendaptkan testimoni positif & mereka suka.

Kemudian mulai jual di kantor, bekerjasama dengan sekolahan sampai bekerja sama dengan toko kue dipasar tebet – jakarta.

Pengalaman yang paling berkesan selama menjalani bisnis.

Bisa lepas dari RIBA & pernah mendapatkan pesanan 750pcs martabak manis mini & harus diantarkan jam 2pagi.

Teman ketiga adalah Mba Aulia, mba Aulia ini IPers yang berdomisili di bandang lampung, IRT dengan anak, dan saat ini sedang belajar di kampus ibu pembaharu dengan tim nya seruni.

Mba Aulia baru memulai bisnisnya justru disaat pandemi. Berawal dari keresahannya ingin beli jajanan diluaran agak takut & ragu2.

Belajar baking hanya melihat resep2 dari internet aj. Karna merasa sudah berhasil, anak-anak jadi suka, jadi senang & merasa ada motivasi.

Yang awalnya berfikir baking itu ribet banget, akhirnya mba aulia minta diajarkan oleh sepupu dan tantenya yg emang sudah memiliki usaha baking.

Strategi penjualannya mba Aulia itu dengan memberikan tester produknya ke teman & kerabatnya. Dari situlah mulai pesanan berdatangan. Yang awalnya ragu kini jadi ketagihan buat jualan. Saat ini mba Aulia lebih sering membuat kue tuk dibagikan saat jumat berkah. mba Aulia berharap dengan cara itu mendapatkan doa dari orang lain agar usahanya bisa terus berjalan serta mendapatkan berkah.

Sebelum closing mak Deska merangkum tips – tips dari teman bincangnya buat perempuan yang ingin memulai bisnis : 

  1. Mindset positif
  2. Mulai aja dulu
  3. Perbanyak teman
  4. Lakukan dengan maksimal
  5. Kerjanya harus double (misal orang lain berjualan hanya 5jam, kita harus bisa 10jam)

Tips dari kami tuk mempertahankan bisnis :

  1. Pertahankan kwalitas produk/kwalitas produk tetap dijaga
  2. Cari product2 kita yang mau di tonjolkan
  3. Membuat promo2 yg memanjakan customer misal bundling/disc
  4. Jangan berhenti berinovasi
  5. Jangan menyerah
  6. Konsisten

Tambahan dari mak Deska, jangan takut tuk berbagi dengan orang lain atau membantu orang lain. Karna mak Deska percaya ketika kita mau berbagi dengan orang lain. Allah SWT yang akan bantu mencukupi kebutuhan kita.

Karna semakin banyak kamu memberi, semakin banyak kamu menerima dan semakin banyak kamu dapat.

Bincang-bincang lengkap nya maksay bisa simak di IG live dan Spotify.

https://open.spotify.com/episode/33K3ieggLvLhb2kCYOeDFA?si=nWiFBhd-Qy-WIZT2VS4KHQ

BiRu

Hobi Desain Jadi Cuan – BIRU Ep.1

Ahad, 7 November 2021 – Segmen BIRU (Bincang Inspirasi Usaha) diluncurkan. Mengusung tagline cara asyik rumpi bisnis, perdana mengudara live di @ayo.mulaidarinol.

Siaran perdana ini mengundang tiga narasumber yang memiliki kesamaan hobi yaitu dibidang desain.

Dipandu makmin sekaligus Co-Founder Gerakan @ayo.mulaidarinol Mak Fikri Arista. Mak Rista memiliki ketertarikan pada dunia dasain grafis yang biasa membuat media, logo, dan konten media sosial. Usaha yang dirintis adalah jasa desain grafis Idera Design dan Idera Merchandise. Saat ini beliau bergabung dengan Ibu Profesional regional Yogyakarta.

Narasumber pertama adalah Diawinasis Mawisesanti yang akrab dipanggil Mak santi, memiliki passion pada bisang doodle. Saat ini bergabung dengan Ibu Profesional regional Malang. Beliau memulai doodle dari kertas yang saat ini mulai beralih ke digital yang dirasa lebih fleksibel disbanding dengan menggunakan kertas. Apapun kondisinya bisa tetap menggambar.

Narasumber berikutnya adalah Nafta C. Fatahillah yang akrab disapa Mak Tata. Saat ini bergabung dengan Ibu Profesional regional Yogyakarta namun berdomisili di Bandung. Beliau seorang fashion desainer yang memiliki usaha produksi baju. Semula terjun usaha menekuni fashion pria. Namun belakangan tidak hanya fashion pria saja.

Narasumber ketiga adalah Sri Handayani yang memiliki nama beken Mak Handa. Beliau fokus pada bidang video editing. Saat ini bergabung dengan Ibu Profesional refional Solo Raya. Saat ini memiliki usaha bersama keluarga di bidang jasa desain dan editing video.

Seluruh narasumber mengaku tidak memiliki dasar keilmuan seputar desain sejak bangku sekolah formal. Namun saat keinginan dan passion yang dilakukan dirasa enjoy, maka peningkatan kemampuan dan kapasistas diri harus terus berjalan.

Belajar bisa dari mana saja. Mak Handa menuturkan, belajar sinematik dari tiktok dan youtube saja. saat ini sudah banyak tutorial bertebaran di youtube.

Mak Handa mulai mengenal desain dari aplikasi Corel dan Photoshop pada tahun 2011. Saat itu, desain masih menjadi beban dan belum menemukan enjoy. Tahun 2017 bertemu dengan Ibu Profesional dan menjadi titik balik, lebih mengenal diri melalui ST30. Upgrade skill terus dilakukan, lalu tahun 2018 mengeluarkan merk desain emak.

Mak Rista mengenal desain sejak lama yang memaksa mau nggak mau berkenalan dengan photoshop. Bertemu dengan Ibu Profesional juga menjadi titik baliknya. Mak Rista memutuskan masuk Rumah Belajar Desain. Motivasi utama Mak Rista bergabung dengan Rumbel saat itu adalah ingin membuat desain promosi usahanya lebih menarik.

Pada tahun 2019, Mak Rista mendapat kesempatan mengikuti kelas yang diadakan oleh BLK Sleman. Selama 40 hari Senin hingga Sabtu penuh mengikuti kelas. Diakhir kegiatan tersebut seolah dipaksa untuk membuka usaha, membuat akun Instagram khusus bisnis, disiapkan spanduk, dan diberi modal. Maka usaha cetak merchandise dimulai.

Pengalaman Mak Santi pertama kali berkenalan dengan doodle tahun 2016. Saat itu, Ibu Profesional Malang belum memiliki rumah belajar. Mak Santi memberanikan diri menjadi PJ rumbel doodle. DImulai dari yang tidak tahu apa-apa soal doodle lalu berkumpul dengan teman-teman yang memiliki kesenangan yang sama yaitu menggambar.

Tahun 2018 berkenalan dengan doodle. Bermula dari sering membantu teman-teman dalam menggambar hingga akhirnya memberanikan open commission sekaligus upgrade skill.

Lain cerita Mak Tata yang semula menggambar fashion baru sekedar suka saja, kemudia setelah menikah mencoba untuk serius pada bidang ini. Mak Tata ambil Pendidikan di Akademi Desain Mode Indonesia, seperti sekolah yang memiliki kurikulum, materi lengkap tentang menjahit, fabric, dan lain-lain. Mak Tata mengaku setelah mengikuti akademi, kesenangannya terhadap fashion lebih ajeg.  

Seluruh narasumber berbagi tips dalam memulai usaha dari hobi.

Mak Santi berbagi tips agar lebih konsisten. Apapun bidangnya, saat kita konsisten dan berusaha untuk menekuninya, maka kelamaan orang akan menyadari atau aware. Meskipun hal kecil, selama konsisten, maka personal brand akan terbentuk dengan sendirinya.

Mak Handa menguatkan bahwa yang didbutuhkan oleh pemula adalah konsisten. Ketika sudah menemukan passion atau kesenangan diri yang dirasa enjoy lalu memutuskan terjun ke dunia usaha perlu untuk meluruskan niat. Pasang mindset, “Aku mau memulai bisnis ini benar-benar mencari ridho allah dan mendapat dukungan dari pasangan.”

Bergabung dalam komunitas yang memiliki kesamaan fokus juga menjadi penting. Sedikit demi sedikit soul serta skill akan naik karena berada dalam lingkungan yang sama.

Tips dari Mak Tata untuk yang ingin memulai usaha adalah perlu membentuk keunikan. Membuat brand yang kemudian dikenali meiliki ciri khas menjadi PR. Membangun DNA usaha ini perlu waktu panjang yang tidak terbentuk dalam waktu satu dua hari. Keunikan ini menjadi pembeda dengan brand lain.

Pesan Mak Rista jika kita merasa memiliki hobi yang disukai lalu akan menjadikannya sebuah usaha, langsung mulai saja. Jangan berpikir nanti akan bagaimana. Sambil belajar kita bisa menambah jam terbang dan portfolio. Rugi jika memiliki skill tapi diam saja dan tidak bergerak berbuat sesuatu.

Pesan Mak Tata jangan malu belajar pada siapa saja. Berusahalah untuk menghilangkan rasa lebih bisa. Dengan seperti itu membuat kita terus belajar sambil terus membangun attitude baik. Intinya berusaha belajar sepanjang hayat.

Mak santi sendiri berpesan saat kita belum tau memiliki hobi atau pasisonnya apa, dicari dulu, dinikmati dulu. Jangan ragu untuk menikmati prosesnya. Bisa jadi apa yang ditekuni akan berhubungan dan melengkapi aktivitas sebelumnya.

Yakin saja pasti akan berguna untuk berikutnya. Mulai untuk memetakan aktivitas dan terus dieksplor hinga menemukan bidang dimana kita merasa easy, enjoy, dan excellent.

Kepada Maksay yang sudah menemukan passionnya lalu mau memulai usaha, mulai saja. Jangan ragu dan jangan muluk-muluk memasang tarif. Mulai saja dulu, tawarkan pada orang-orang terdekat. Seiring berjalannya waktu, brand awareness-nya akan terbangun dengan sendirinya.

Sekali lagi Mak Rista merangkum seluruh tips dari narasumber jika akan memulai usaha

  1. Hilangkan rasa lebih bisa
  2. Bangun attitude yang baik
  3. Terus eksplor
  4. Mulai saja
  5. Terus dilatih dan upgrade skill
  6. Tidak cepat puas
  7. Perbaiki niat

Sebisa mungkin apa yang kita lakukan adalah untuk keberkahan diri dan keluarga. Jika kemudian ada keberkahan lain untuk membantu orang lain, maka akan jauh lebih baik lagi.

Lebih lengkap dapat disimak di ig live maupun spotify.

Kongres Ibu Pembaharu

ReInspirAksi Episode-1

ReInspirAksi. Sebuah judul dari video aksi yang pada akhirnya kami tetapkan untuk digunakan. Judul ini merupakan sumbangan pemikiran dari tim Ardena untuk Grup Ekonomi-1 pada Kongres Ibu Pembaharu.

Re – artinya kembali. Inspir – diambil dari kata inspirasi. Kemudian Aksi. Jika dimaknai secara singkat, video aksi untuk solusi yang kami tampilkan memiliki satu tujuan. Yaitu memantik kembali inspirasi kepada semua penonton video kami, utamanya untuk seluruh peserta Kongres dan umumnya kepada khalayak umum, dengan aksi-aksi yang kami lakukan. Maka tagline Menginspirasi dengan Aksi pun kami ambil.

Kami – Grup-1 Ekonomi – sepakat untuk membuat 7 video ReInspirAksi yang dibagi ke dalam 3 Episode. Pembagian tim ke dalam pengerjaan setiap video dibagi berdasarkan fokus project tim masing-masing. Yang jika ditelusuri memang ternyata fokus setiap tim di dalam grup kami memiliki hubungan saling keterkaitan satu sama lain. Maka ada pesan yang ingin kami sampaikan di akhir episode video ini. Pesan apakah itu? Tunggu saja sampai akhir episode yaa.. tidak seru jika dibocorkan sekarang, karena rangkaian Kongres belum usai 😀

ARDENA sebagai Tim-1 bertugas untuk membuat video reels pertama dengan Judul ReInspirAksi Episode-1 Part-1. Seperti apa videonya? Bisa disimak di sini yaa..

ReInspirAksi Episode-1 Part-1

Tidak selesai sampai di sini, sore harinya pun kembali di post bagian berikutnya dari episode pertama ini. Yaitu ReInspirAksi Episode-1 Part-2 yang dibuat oleh tim Formulasi BBM. Seperti apa videonya? Silakan simak di sini yaaa..

ReInspirAksi Episode-1 Part-2

Seru kan? 😀

Mulai penasaran dengan episode-episode kami berikutnya dari Grup-1 Ekonomi? Nantikan postingan kami berikutnya!

WETalk Business

Perempuan Berdaya dari Perspektif Islam (WETalk Business Ep. 4)

Selasa, 26 Oktober 2021 – Segmen WE Talk Business dalam podcast Mulai Dari Nol kembali mengudara. Pada episode keempatnya, mengangkat tema tentang Perempuan Berdaya dari Perspektif Islam.

Narasumber yang dihadirkan adalah Mak Shuffah sosok ibu berdaya dari rumah yang terus mengajak para Muslimah untuk memperbaiki bacaan Quran dan terus kembali ke Quran dan berperan sebagai host adalah Mak Widhya.

Berikut rekap obrolan serunya.

Mendengar istilah women empowerment diartikan pemberdayaan perempuan. Jika dilihat artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berdaya artinya memiliki kemampuan melakukan sesuatu, kemampuan bertindak. Maknanya sesederhana melakukan sesuatu, melakukan ikhtiar, melakukan aksi. Jika dikaitkan dalam islam, berdaya dapat dimaknai sebagai beramal.

Women empowerment adalah perjuangan para perempuan dalam mewujudkan aspirasinya, dalam menjalani mimpi-mimpinya juga cita-citanya. Dimana dalam mewujudkan sesuatu tentu dimulai dari sebuah aksi, sebuah ikhtiar, sebuah amal.

Islam mengatur semuanya secara terperinci dalam Quran. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyaknya ayat-ayat Quran yang menerangkan tentang beramal dan bekerja. Salah satunya dalam QS. At-Taubah ayat 105.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Poin penting yang bisa disarikan dari ayat di atas:

  • Beramallah

Saat seseorang beramal maka Allah, Rosul, dan orang-orang mukmin melihatnya. Bahwa apa yang dilakukan tidak hanya dirinya sendiri yang mengetahui, tapi tetap yakin bahwa apapun yang dilakukan, sejatinya adalah amal yang dilihat oleh Allah. Saat mengingat ini, tentu siapapun tidak akan menyepelekan sebuah amal, sekecil apapun amal itu. Karena ada keyakinan yang terus ditumbuhkan bahwa amal tersebut sedang dinilai oleh Allah. Hal ini juga menjadi peringatan bagi setiap muslim untuk melakukan amalan-amaan secara profesional atau itqon.

  • Bekerjalah

Setiap muslim diajak mengingat mengapa harus terus beramal disetiap detik, terus melakukan suatu aksi, terus berdaya, karena yakin suatu saat akan dipanggil Oleh-Nya, akan kembali kepada-Nya. Maka waktu di dunia adalah waktu untuk beramal, berdaya, melakukan aksi-aksi kebaikan sebagai bekal berpulang kepada Allah. Ayat ini tidak ditujukan kepada laki-laki saja ataupun perempuan saja. Melainkan seluruh hamba Allah, tidak mengenal gender.

Ayat di atas mustinya membuat setiap insan untuk lebih bersemangat dalam beramal dan berbuat kebaikan tanpa henti.

Pemberdayaan perempuan memuat dua sisi kewajiban sekaligus hak. Kewajiban adalah dari sisi seruan untuk bekerja, beramal, beraksi. Dimana ini adalah bentuk pemberdayaan diri dalam melakukan sesuatu.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl:97)

Dari ayat di atas, manusia diberikan bayangan apa yang akan diberikan oleh Allah saat mengerjakan amal-amal kebaikan. Ini seperti hak atau balasan langsung dari Allah berupa kehidupan yang lebih baik saat berusaha menjadi perempuan berdaya.

Islam dengan aturan-aturan yang ada menjadikan perempuan sebagai kaum yang dimuliakan. Seperti perintah menutup aurat adalah bentuk penjagaan besar dari Allah. Islam sangat memuliakan perempuan.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS. An-Nisa: 124)

Saat laki-laki dan perempuan melakukan amal kebaikan, Allah tidak membedakan besaran pahala. Dari segi pekerjaan, laki-laki dan perempuan berbeda, namun perbedaan ini bukan bentuk pilih kasih dari Allah. Jikapun ada perbedaan adalah dari peran dan fungsi yang dijalankan.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. An-Nisa:32)

Perbedaan sifat alami ini yang akan membedakan kewajiban dan peran. Namun dari segi balasan amal, tidak ada perbedaan.

Islam tidak menghilangkan dan tidak membatasi kebebasan perempuan. Perempuan tetap diperkenankan bekerja, menuntut ilmu, berpendapat, dan melakukan aktivitas lainnya asal tetap sesuai dengan fitrahnya.

Kunci perempuan berdaya dalam islam agar mampu terus mendayagunakan aksinya ada dua. Pertama, mengetahui peran utamanya. Perempuan memiliki peran utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Mengapa peran ini mejadi utama? Karena peran ini tidak bisa dipindahalihkan kepada laki-laki. Hal ini berkaitan dengan kemampuan reproduksi.

Kemampuan mengatur rumah tangga juga adalah milik perempuan. Ini merupakan amanah jika ibu adalah rabtul bait.

Namun apakah sampai di situ peran perempuan di dunia ini? Sementara di luar sana banyak peran yang sangat memerlukan peran perempuan. Misalnya menjadi seorang guru, dokter kandungan, dan peran-peran lain yang cukup penting diisi oleh perempuan.

Selain memiliki peran utama, perempuan juga memiliki peran di masyarakat. Ada tanggung jawab yang melekat untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak.

Khadijah menjadi bukti sejarah nyata dari kisah masa lalu tentang bagaimana perempuan berdaya dengan perannya di masyarakat. Banyak diceritakan bahwa beliau memimpin kafilah dagang, yang juga berhasil dalam usahanya namun tidak melupakan perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Dikisahkan pula bahwa Khadijah adalah orang pertama yang mengakui keislaman Rasulullah SAW dan mendukung dakwah.

Selain itu, Aisyah ra. juga perempuan yang pandai dan melakukan perannya sebagai seorang pengajar karena masa itu dibutuhkan perannya sebagai seorang guru. Banyak pula cerita sahabiyah lain yang juga turun ke medan perang, ada pula yang berperan sebagai perawat. Ini bukti bahwa perempuan tetap bisa menjalankan perannya sesuai fungsinya, sesuai kemampuannya, dan sesuai fitrahnya.

Kunci kedua adalah tentang keseimbangan (tawazun). Perempuan tetap perlu seimbang dalam menjalankan peran-perannya. Tanpa melupakan pemenuhan hak-hak objek dimana ia berinteraksi. Saat di rumah sebagai istri dan ibu, maka berkewajiban memenuhi hak suami dan anak-anaknya. Saat menjalankan peran di luar, maka berkewajiban memenuhi hak sesuai perannya. Prinsip keseimbangan ini menjadi penting agar tidak ada yang terdholimi.

Dua hal di atas menjadi kunci agar perempuan dapat mendayagunakan potensi yang sudah Allah titipkan. Semua dilakukan agar dapat menjalankan misi-misi kehidupan dunia.

Perempuan perlu menjaga keyakinan bahwa akan kembali pada Allah SWT maka sebaiknya dapat memenuhi seruan-Nya yaitu bekerjalah atau beramallah. Amal-amal atau aksi-aksi yang dilakukan ini akan menjadi bekal untuk kembali kepada Allah.

Closing statement dari Mak Shuffah adalah hendaknya tidak berhenti untuk beramal dan berdaya karena akan menjadi bekal untuk kembali kepada Allah di surga-Nya kelak.

Lebih lengkap dapat disimak dalam spotify Mulai dari Nol.

Ikuti juga info-info seru dari instagram Mulai dari Nol.

#Ardena

#MulaiDariNol

#BerkaryaDariRumah

#PemberdayaanPerempuan

#BerdayadariRumah

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

WETalk Business

Kesehatan Jiwa dan Perempuan Berdaya(WE Talk Business – Ep. 3)

WETalk Business Ep.3

Selasa, 19 Oktober 2021, segmen WETalk Business kembali mengudara di Spotify. Pada episode kali ini menghadirkan narasumber Mak Alfia Fajarina Rahmawati, Apt., LCPC atau biasa akrab disapa Mak Inaak atau Coach Inaak (IG: nakinaak) yang adalah seorang Certified Professional Coach. Acara dipandu oleh host Arista (IG: momrista)

Sebagai seorang Coach Life and Business, mak Inaak lebih banyak berperan menjadi ‘cermin’ atau partner belajar sekaligus mendampingi coachee untuk berprogres menuju tujuan.

Satu dekade belakangan, istilah Kesehatan Jiwa mulai banyak didengungkan. Dulu ketika ada yang seorang teman mengatakan, “Kesehatan jiwamu sepertinya terganggu.” Kalimat ini sering diartikan dengan “Kamu gila.” Namun kini maknanya tidak sesempit itu.

Itulah mengapa kini ada hari peringatan kesehatan mental dunia, salah satunya untuk menghilangkan stigma tersebut. Supaya setiap orang dapat lebih memperhatikan pentingnya Kesehatan Jiwa seseorang. 

Lebih lanjut Mak Inaak berpesan, bahwa ganggungan kondisi kesehatan jiwa seseorang itu jangan sampai menunggu menjadi berat. Karena sesuatu yang berat itu pasti dimulai dari yang ringan. Maka akan lebih mudah jika seseorang dengan masalah atau gangguan mental yang ringan sudah mendapat perhatian ataupun support sedari dini.

Saat ini banyak diantara perempuan yang tidak menyadari jika di dalam dirinya sedang mengalami masalah. Perempuan jamaknya lebih sering memendam masalah, menolak jika ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya, dan tidak berusaha menuntaskan masalahnya. Lebih parah lagi jika merasa dirinya baik-baik saja.

Cara untuk mengetahui bahwa ada suatu masalah yang belum beres dalam diri seseorang perlu dilakukan assessment oleh psikiater. Namun ada cara mudah untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang bila kita mengacu pada WHO. Yaitu seseorang dinyatakan sehat jiwa jika memiliki kriteria sebagai berikut;

  • Mampu mengenali potensi dirinya
  • Mampu mengatasi stress/tekanan sehari-harinya (daily life stress)
  • Produktif 
  • Bermanfaat untuk orang lain.

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) yang dilakukan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa satu dari lima orang atau sekitar 20% penduduk Indonesia mempunyai potensi-potensi masalah kesehatan jiwa. 

Wajarnya, stress akan meningkat jika beban kerja meningkat. Saat sedang di kantor, sesesorang akan lebih mudah fokus karena di kantor terkondisi untuk fokus. Namun saat kebijakan Work from Home (WFH) diberlakukan, banyak perempuan yang merasa overwhelmed. Pekerjaan di kantor dituntut untuk selesai dengan tanpa mengabaikan kewajiban menyelesaikan perannya di ranah domestik.

Tips ringan yang bisa dicoba dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan mengenali terlebih dulu penyebab sumber stress. Biasanya berasal dari keinginan untuk mengendalikan hal-hal diluar kendali kita. Semakin besar memikirkan hal tersebut, sudah pasti akan semakin tinggi pula tingkat stress seseorang.

Pertanyaannya, apakah kita lebih banyak memikirkan sesuatu yang diluar kendali kita atau yang dalam kendali kita? Silakan ditanya kembali ke dalam diri. Kaidahnya, kita tidak dapat mengubah lingkungan kita apalagi orang lain. Kita hanya bisa mengubah diri sendiri dan merespon seperti apa terhadap hal-hal di sekitar kita. 

A Global Community of Mental Health Innovators menuliskan bahwa “There can’t be no health sustainability development without mental health”. Tidak mungkin terjadi pertumbuhan jika tidak ada Kesehatan mental. 

Kesehatan jiwa juga sangat erat kaitannya dengan produktivitas. Penelitian menunjukkan depresi dan kecemasan berpengaruh signifikan pada ekonomi global. Lingkungan kerja juga membawa pengaruh besar terhadap produktivitas pekerjanya.

Workplace yang baik tentu memerhatikan kesehatan mental pada pekerjanya. Kantor besar seperti google, facebook dibuat senyaman mungkin seperti laiknya tempat bermain. Karena para owner-nya percaya jika para pekerjanya sehat mental akan lebih tinggi produktivitasnya. 

Mak Inaak kemudian berbagi pengalamannya selama menjalani profesi sebagai Life and Business Coach. Salah satunya saat menemani sesi coaching bersama seorang pemilik usaha. Dimana omset perusahaan berada di angka yang sama atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Setelah digali lebih lanjut ternyata owner mengalami mental block. Yaitu hambatan psikologis yang menghambat program pikirannya, juga ketidakmampuan owner dalam memberdayakan sumber daya di sekitarnya yang akhirnya menjadi penghambat pencapaian tujuan perusahaan. 

Keputusan harus diambil dalam kondisi tenang, tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Tips yang disampaikan Mak Inaak untuk para Maksay untuk bisa mulai berdaya lagi adalah dengan mulai dari nol, mulai dari mengenali diri sendiri. Dan percaya bahwa KESATRIA ada dalam diri setiap orang.

Mak Inaak bersama Tim Sadar Emosi (SaE) mengajak setiap perempuan untuk bisa KESATRIA (KEnali, SAdari, TeRIma, dan kelolA). Mulai mengenali apa yang dirasakan, lalu menyadari jika diri sedang tak baik-baik saja, kemudian menerima kondisi tersebut, dan berusaha mengelola emosi dengan baik.

KESATRIA menjadi penting karena saat seseorang tak mampu mengenali apa yang dirasakan, tak mampu menamai emosi diri, biasanya respon yang muncul tidak jelas. Bisa marah-marah atau tantrum sendiri. Saat seorang ibu mampu mengelola emosi dengan baik, maka ini bisa diterapkan juga ke orang lain di dalam keluarganya, termasuk ke anak-anaknya. 

Jika sudah terbentuk sehat jiwa, insyaallah perempuan akan lebih berdaya dan lebih melejit potensi dirinya. Cukup dengan fokus terhadap apa yang menjadi kendali kita, apa yang kita pikirkan, bagaimana perasaan kita, apa yang kita ucapkan, dan apa yang bisa kita lakukan dalam membentuk Kesehatan Jiwa.

Demikian rangkuman pemaparan Mak Inaak. Lebih lengkapnya silakan simak di Spotify 🥰

WETalk Business

Perempuan Berdaya: Antara Minat, Bakat, Hobi, dan Passion (WETalk Business Ep-2)

WETalk Business Episode-2

Perempuan Berdaya: Antara Minat, Bakat, Hobi, dan Passion (WE Talk – Ep. 2)

Rabu, 13 Oktober 2021, segmen WE Talk kembali mengudara di spotify. Tema yang diangkat pada kesempatan kedua tersebut adalah tentang Minat, Bakat, Hobi, dan Passion.

Mak Ida Nayu dari Tim Pradajiva sekaligus praktisi Talents Mapping dihadirkan sebagai narasumber. Ditemani Mak Deska, obrolan ringan sarat makna mengalir selama kurang lebih 26 menit.

Berikut wrap up obrolannya.

Sebagai pembuka, Mak Ida menyampaikan bahwa perempuan terbiasa menjalani multiperan. Pada setiap kesempatan, seolah perempuan dituntut untuk mengenali diri sendiri sebelum mengenali yang lain. Begitu pula saat bertindak. Perempuan perlu mempelajari lingkungannya dengan cepat.

Ada sebuah tools yang bisa digunakan dalam mengenali diri. Tools tersebut banyak dikenal dengan Talents Mapping (TM). Lebih jelas Mak Ida menjelaskan bahwa TM adalah sebuah tools yang digunakan untuk membantu seseorang dalam mengenali dirinya sehingga mendapat gambaran tentang bagaimana pola berpikir, pola merasakan, dan pola berperilaku seseorang yang alami. Alami dapat diartikan sebagai sesuatu yang sudah ada di dalam diri seseorang.

Ketika seseorang menjalani peran, tentu perlu menyesuaikan dengan kekuatannya. Sekaligus melengkapi apa yang menjadi kekurangan dirinya dengan berbagai cara positif. Terdapat perbedaan istilah yang banyak dikenal di masyarakat maupun secara Bahasa TM tentang bakat. 

Dalam keseharian, bakat kerap dikaitkan dengan aktivitas yang dikuasai oleh seseorang. Seperti bakat bernyanyi, bakat menulis, bakat berolahraga, dan lain sebagainya. Namun dalam TM, bakat adalah sifat bawaan yang tertanam dalam diri dan menentukan perilaku seseorang.

Secara umum TM diyakini mampu menjadi salah satu tools yang efektif dalam pengambilan keputusan dan bersikap. Dari pembahasan di atas, maka kombinasi antara kekuatan dan kelemahan satu perempuan dengan yang lainnya pasti berbeda. Tidak ada yang sama persis.

Kombinasi tersebutlah yang menjadikan seorang perempuan lebih berdaya dengan apapun perannya. Tidak mungkin akan membuat diri berdaya jika tidak mengenali diri. Perempuan perlu memulai dari nol.

Mulai dari mengenali sifat-sifat alami serta kepribadian diri. Setelah berkenalan dengan diri, maka diharapkan seorang perempuan mampu menentukan mana peran yang tepat untuk dijalankan. Peran tersebut perlu diambil secara sadar sehingga bermanfaat bagi sekitar. Minimal untuk lingkaran terkecilnya.

Mak Ida lebih rinci membahas tentang empat poin penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan peran. 

  1. Enjoy (Perempuan perlu menyenangi perannya)
  2. Easy (Perempuan merasa mudah saat menjalankan peran tersebut) 
  3. Excellent (Jika perempuan excellent dalam berperan, berarti ditunjang oleh bakat alaminya)
  4. Earn (Mendatangkan kebahagiaan maupun income)

Perempuan di era ini, dengan segala multiperan yang melekat erat dalam diri, mulai mengabaikan kesejahteraan psikologisnya. Enjoy tidak lagi dirasa penting. Maka mulai muncul pikiran “Yang penting kerjaanku selesai” atau “Yang penting rutinitas keseharianku selesai”. Inilah yang banyak dilatih di sekolah juga di tempat bekerja. 

Jika empat poin yang dijelaskan Mak Ida di atas hilang poin enjoynya, sebagai poin pertama, inilah yang disebut kompetensi. Betul hal ini bisa dilatih, bisa ditempa. Keadaan yang memaksa perempuan berlaku demikian. Namun hal ini akan sangat melelahkan dan tidak akan maksimal dalam menjalankan perannya.

Lalu bagaimana perempuan akan berdaya jika setiap aktivitasnya tidak merasa enjoy sebagai sumber energi Bahagia? Jawabnya adalah inilah saatnya perempuan kembali merenung dan kembali menyadari bahwa setiap perempuan adalah makhluk yang istimewa.

Sebagai pernyataan pada sesi penutupan, Mak Ida menyampaikan pesan untuk para perempuan. Meski tidak sempurna, memiliki banyak kekurangan, tapi sangat penting untuk menyadari bahwa dirinya adalah spesial, dan limited edition. 

Saat perempuan mampu berdaya dengan segala keunikan dirinya, apapun pilihan perannya, saat itulah dirinya akan menebar manfaat.