WETalk Business

Kesehatan Jiwa dan Perempuan Berdaya(WE Talk Business – Ep. 3)

WETalk Business Ep.3

Selasa, 19 Oktober 2021, segmen WETalk Business kembali mengudara di Spotify. Pada episode kali ini menghadirkan narasumber Mak Alfia Fajarina Rahmawati, Apt., LCPC atau biasa akrab disapa Mak Inaak atau Coach Inaak (IG: nakinaak) yang adalah seorang Certified Professional Coach. Acara dipandu oleh host Arista (IG: momrista)

Sebagai seorang Coach Life and Business, mak Inaak lebih banyak berperan menjadi ‘cermin’ atau partner belajar sekaligus mendampingi coachee untuk berprogres menuju tujuan.

Satu dekade belakangan, istilah Kesehatan Jiwa mulai banyak didengungkan. Dulu ketika ada yang seorang teman mengatakan, “Kesehatan jiwamu sepertinya terganggu.” Kalimat ini sering diartikan dengan “Kamu gila.” Namun kini maknanya tidak sesempit itu.

Itulah mengapa kini ada hari peringatan kesehatan mental dunia, salah satunya untuk menghilangkan stigma tersebut. Supaya setiap orang dapat lebih memperhatikan pentingnya Kesehatan Jiwa seseorang. 

Lebih lanjut Mak Inaak berpesan, bahwa ganggungan kondisi kesehatan jiwa seseorang itu jangan sampai menunggu menjadi berat. Karena sesuatu yang berat itu pasti dimulai dari yang ringan. Maka akan lebih mudah jika seseorang dengan masalah atau gangguan mental yang ringan sudah mendapat perhatian ataupun support sedari dini.

Saat ini banyak diantara perempuan yang tidak menyadari jika di dalam dirinya sedang mengalami masalah. Perempuan jamaknya lebih sering memendam masalah, menolak jika ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya, dan tidak berusaha menuntaskan masalahnya. Lebih parah lagi jika merasa dirinya baik-baik saja.

Cara untuk mengetahui bahwa ada suatu masalah yang belum beres dalam diri seseorang perlu dilakukan assessment oleh psikiater. Namun ada cara mudah untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang bila kita mengacu pada WHO. Yaitu seseorang dinyatakan sehat jiwa jika memiliki kriteria sebagai berikut;

  • Mampu mengenali potensi dirinya
  • Mampu mengatasi stress/tekanan sehari-harinya (daily life stress)
  • Produktif 
  • Bermanfaat untuk orang lain.

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) yang dilakukan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa satu dari lima orang atau sekitar 20% penduduk Indonesia mempunyai potensi-potensi masalah kesehatan jiwa. 

Wajarnya, stress akan meningkat jika beban kerja meningkat. Saat sedang di kantor, sesesorang akan lebih mudah fokus karena di kantor terkondisi untuk fokus. Namun saat kebijakan Work from Home (WFH) diberlakukan, banyak perempuan yang merasa overwhelmed. Pekerjaan di kantor dituntut untuk selesai dengan tanpa mengabaikan kewajiban menyelesaikan perannya di ranah domestik.

Tips ringan yang bisa dicoba dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan mengenali terlebih dulu penyebab sumber stress. Biasanya berasal dari keinginan untuk mengendalikan hal-hal diluar kendali kita. Semakin besar memikirkan hal tersebut, sudah pasti akan semakin tinggi pula tingkat stress seseorang.

Pertanyaannya, apakah kita lebih banyak memikirkan sesuatu yang diluar kendali kita atau yang dalam kendali kita? Silakan ditanya kembali ke dalam diri. Kaidahnya, kita tidak dapat mengubah lingkungan kita apalagi orang lain. Kita hanya bisa mengubah diri sendiri dan merespon seperti apa terhadap hal-hal di sekitar kita. 

A Global Community of Mental Health Innovators menuliskan bahwa “There can’t be no health sustainability development without mental health”. Tidak mungkin terjadi pertumbuhan jika tidak ada Kesehatan mental. 

Kesehatan jiwa juga sangat erat kaitannya dengan produktivitas. Penelitian menunjukkan depresi dan kecemasan berpengaruh signifikan pada ekonomi global. Lingkungan kerja juga membawa pengaruh besar terhadap produktivitas pekerjanya.

Workplace yang baik tentu memerhatikan kesehatan mental pada pekerjanya. Kantor besar seperti google, facebook dibuat senyaman mungkin seperti laiknya tempat bermain. Karena para owner-nya percaya jika para pekerjanya sehat mental akan lebih tinggi produktivitasnya. 

Mak Inaak kemudian berbagi pengalamannya selama menjalani profesi sebagai Life and Business Coach. Salah satunya saat menemani sesi coaching bersama seorang pemilik usaha. Dimana omset perusahaan berada di angka yang sama atau tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Setelah digali lebih lanjut ternyata owner mengalami mental block. Yaitu hambatan psikologis yang menghambat program pikirannya, juga ketidakmampuan owner dalam memberdayakan sumber daya di sekitarnya yang akhirnya menjadi penghambat pencapaian tujuan perusahaan. 

Keputusan harus diambil dalam kondisi tenang, tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Tips yang disampaikan Mak Inaak untuk para Maksay untuk bisa mulai berdaya lagi adalah dengan mulai dari nol, mulai dari mengenali diri sendiri. Dan percaya bahwa KESATRIA ada dalam diri setiap orang.

Mak Inaak bersama Tim Sadar Emosi (SaE) mengajak setiap perempuan untuk bisa KESATRIA (KEnali, SAdari, TeRIma, dan kelolA). Mulai mengenali apa yang dirasakan, lalu menyadari jika diri sedang tak baik-baik saja, kemudian menerima kondisi tersebut, dan berusaha mengelola emosi dengan baik.

KESATRIA menjadi penting karena saat seseorang tak mampu mengenali apa yang dirasakan, tak mampu menamai emosi diri, biasanya respon yang muncul tidak jelas. Bisa marah-marah atau tantrum sendiri. Saat seorang ibu mampu mengelola emosi dengan baik, maka ini bisa diterapkan juga ke orang lain di dalam keluarganya, termasuk ke anak-anaknya. 

Jika sudah terbentuk sehat jiwa, insyaallah perempuan akan lebih berdaya dan lebih melejit potensi dirinya. Cukup dengan fokus terhadap apa yang menjadi kendali kita, apa yang kita pikirkan, bagaimana perasaan kita, apa yang kita ucapkan, dan apa yang bisa kita lakukan dalam membentuk Kesehatan Jiwa.

Demikian rangkuman pemaparan Mak Inaak. Lebih lengkapnya silakan simak di Spotify 🥰