WETalk Business

Perempuan Berdaya: Antara Minat, Bakat, Hobi, dan Passion (WETalk Business Ep-2)

WETalk Business Episode-2

Perempuan Berdaya: Antara Minat, Bakat, Hobi, dan Passion (WE Talk – Ep. 2)

Rabu, 13 Oktober 2021, segmen WE Talk kembali mengudara di spotify. Tema yang diangkat pada kesempatan kedua tersebut adalah tentang Minat, Bakat, Hobi, dan Passion.

Mak Ida Nayu dari Tim Pradajiva sekaligus praktisi Talents Mapping dihadirkan sebagai narasumber. Ditemani Mak Deska, obrolan ringan sarat makna mengalir selama kurang lebih 26 menit.

Berikut wrap up obrolannya.

Sebagai pembuka, Mak Ida menyampaikan bahwa perempuan terbiasa menjalani multiperan. Pada setiap kesempatan, seolah perempuan dituntut untuk mengenali diri sendiri sebelum mengenali yang lain. Begitu pula saat bertindak. Perempuan perlu mempelajari lingkungannya dengan cepat.

Ada sebuah tools yang bisa digunakan dalam mengenali diri. Tools tersebut banyak dikenal dengan Talents Mapping (TM). Lebih jelas Mak Ida menjelaskan bahwa TM adalah sebuah tools yang digunakan untuk membantu seseorang dalam mengenali dirinya sehingga mendapat gambaran tentang bagaimana pola berpikir, pola merasakan, dan pola berperilaku seseorang yang alami. Alami dapat diartikan sebagai sesuatu yang sudah ada di dalam diri seseorang.

Ketika seseorang menjalani peran, tentu perlu menyesuaikan dengan kekuatannya. Sekaligus melengkapi apa yang menjadi kekurangan dirinya dengan berbagai cara positif. Terdapat perbedaan istilah yang banyak dikenal di masyarakat maupun secara Bahasa TM tentang bakat. 

Dalam keseharian, bakat kerap dikaitkan dengan aktivitas yang dikuasai oleh seseorang. Seperti bakat bernyanyi, bakat menulis, bakat berolahraga, dan lain sebagainya. Namun dalam TM, bakat adalah sifat bawaan yang tertanam dalam diri dan menentukan perilaku seseorang.

Secara umum TM diyakini mampu menjadi salah satu tools yang efektif dalam pengambilan keputusan dan bersikap. Dari pembahasan di atas, maka kombinasi antara kekuatan dan kelemahan satu perempuan dengan yang lainnya pasti berbeda. Tidak ada yang sama persis.

Kombinasi tersebutlah yang menjadikan seorang perempuan lebih berdaya dengan apapun perannya. Tidak mungkin akan membuat diri berdaya jika tidak mengenali diri. Perempuan perlu memulai dari nol.

Mulai dari mengenali sifat-sifat alami serta kepribadian diri. Setelah berkenalan dengan diri, maka diharapkan seorang perempuan mampu menentukan mana peran yang tepat untuk dijalankan. Peran tersebut perlu diambil secara sadar sehingga bermanfaat bagi sekitar. Minimal untuk lingkaran terkecilnya.

Mak Ida lebih rinci membahas tentang empat poin penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan peran. 

  1. Enjoy (Perempuan perlu menyenangi perannya)
  2. Easy (Perempuan merasa mudah saat menjalankan peran tersebut) 
  3. Excellent (Jika perempuan excellent dalam berperan, berarti ditunjang oleh bakat alaminya)
  4. Earn (Mendatangkan kebahagiaan maupun income)

Perempuan di era ini, dengan segala multiperan yang melekat erat dalam diri, mulai mengabaikan kesejahteraan psikologisnya. Enjoy tidak lagi dirasa penting. Maka mulai muncul pikiran “Yang penting kerjaanku selesai” atau “Yang penting rutinitas keseharianku selesai”. Inilah yang banyak dilatih di sekolah juga di tempat bekerja. 

Jika empat poin yang dijelaskan Mak Ida di atas hilang poin enjoynya, sebagai poin pertama, inilah yang disebut kompetensi. Betul hal ini bisa dilatih, bisa ditempa. Keadaan yang memaksa perempuan berlaku demikian. Namun hal ini akan sangat melelahkan dan tidak akan maksimal dalam menjalankan perannya.

Lalu bagaimana perempuan akan berdaya jika setiap aktivitasnya tidak merasa enjoy sebagai sumber energi Bahagia? Jawabnya adalah inilah saatnya perempuan kembali merenung dan kembali menyadari bahwa setiap perempuan adalah makhluk yang istimewa.

Sebagai pernyataan pada sesi penutupan, Mak Ida menyampaikan pesan untuk para perempuan. Meski tidak sempurna, memiliki banyak kekurangan, tapi sangat penting untuk menyadari bahwa dirinya adalah spesial, dan limited edition. 

Saat perempuan mampu berdaya dengan segala keunikan dirinya, apapun pilihan perannya, saat itulah dirinya akan menebar manfaat.